Edisi 11-01-2017
Hipertensi Hantui Sumut


MEDAN- Penyakit hipertensi atau tekanan darah tinggi masih ancaman serius bagi masyarakat Sumatera Utara (Sumut) dengan jumlah penderita mencapai 50.000 orang lebih.

Di RSUD dr Pirngadi Medan, sebanyak 186 pasien meninggal dunia sepanjang Januari-November 2016. Kepala Bidang Penanggulangan Masalah Kesehatan, Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut, dr NG Hikmet, menyebutkan, jumlah penderita hipertensi di daerah ini pada 2016 masih cukup tinggi. Berdasarkan data Dinkes, tercatat 50.162 orang penderita hipertensi di Sumut. Jumlah ini memang lebih sedikit dibanding periode Januari-Oktober 2015 yang mencapai 51.939 orang. Namun, jumlah itu masih bisa bertambah mengingat data dari 10 kabupaten/kota belum masuk.

Ke-10 kabupaten/ kota yang belum menyerahkan data kepada Dinkes Sumut, yakni Medan, Deliserdang, Labuhanbatu Selatan, Tanjungbalai, Tapanuli Utara, Samosir, Tapanuli Selatan, Padanglawas, Nias dan Nias Utara. Berdasarkan data tersebut, penderita hipertensi paling banyak adalah perempuan dengan jumlah 27. 021 orang. Dari segi usia, penderita paling banyak adalah di atas 55 tahun dengan jumlah 22. 618 orang, usia 18- 44 tahun sebanyak 14. 984 orang dan usia 45-55 tahun berjumlah 12. 560 orang.

“Daerah yang paling banyak penderita hipertensi adalah Langkat dengan jumlah 6. 643 orang. Kemudian Dairi dengan jumlah 5. 652 orang, Asahan 5. 421 orang dan Pematangsiantar 4. 055 orang,” ujar Hikmen, Selasa (10/1). Hipertensi adalah kondisi kronis di mana tekanan darah pada dinding arteri (pembuluh darah bersih) meningkat. Kondisi ini dikenal sebagai “pembunuh diam-diam” karena jarang memiliki gejala yang jelas. Di RSUD dr Pirngadi Medan, sebanyak 186 pasien meninggal dunia pada 2016 akibat penyakit ini.

Kasubbag Hukum dan Humas RSUD dr Pirngadi Medan, Edison Peranginangin, menyebutkan, sepanjang Januari- November 2016, tercatat sebanyak 186 penderita hipertensi yang dirawat meninggal dunia dari ribuan pasien. “Untuk penderita hipertensi sepanjang 2016 ada sebanyak 1.351 orang. Memang yang paling tinggi jenis penyakit yang dirawat di sini sepanjang 2016 adalah hipertensi,” kata Edison.

Edison merincikan, penderita hipertensi yang berobat di RSUD dr Pirngadi pada bulan Januari sebanyak 141 orang, Februari 122 orang Maret 134 orang, April 108 orang, Mei 134 orang, Juni 146 orang, Juli 118 orang, Agustus 133 orang, Oktober 109 orang dan November sebanyak 103 orang. “Sebagian besar pasien dirawat inap,” kata Edison.

Irwan siregar





Berita Lainnya...