Edisi 11-01-2017
Tumbangnya Trembesi Diusut


MEDAN– Tumbangnya pohon trembesi di Merdeka Walk, Jalan Balai Kota Medan diduga kuat akibat terbatasnya ruang gerak akar pohan setelah dipasang lantai keramik dan tembok di sekeliling pohon.

Akibatnya, pohon sulit menyerap dan mendapatkan air. Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan Ahyar menjelaskan hal itu saat mendampingi Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution mengunjungi lokasi tumbangnya pohon trembesi, Selasa (10/1). Ahyar melanjutkan, semakin cepat tumbangnya pohon trembesi juga disebabkan minimnya perawatan. Dia mencontohkan, pohon yang ada di hutan dengan pohon yang dibatasi ruang geraknya. Maka yang lebih cepat tumbang adalah pohon yang ruang geraknya dibatasi. Begitu pula dengan pohon yang ada di areal Merdeka Walk dengan yang di Lapangan Merdeka.

Usia pohon di kedua areal itu hampir sama. “Tapi yang tumbang itu di Merdeka Walk, padahal usianya sama. Hal ini disebabkan ruang geraknya terbatas,” sebut Ahyar. Dia melanjutkan sifat akar pohon trembesi harus bebas bergerak atau diberi ruang yang bebas. Apalagi usia pohon trembesi tersebut sudah tua sehingga akarnya sudah melebar, batangnya besar dan tinggi. Jadi, harusnya ruang gerak pohon trembesi jangan dibatasi dan perlu dibuat pori-pori sehingg mudah menyerap air. “Lihat di Lapangan Merdeka dan di dekat Stadion Teladan, belum yang ada tumbang,” ujarnya, menganalisa.

Mantan aktivis lingkungan hidup dan kini menjadi Bupati Serdangbedagai Soekirman menilai, pohon trembesi merupakan jenis pohon yang memiliki akar melebar. Artinya daya tahannya sangat tergantung seberapa luas areal tanamnya. “Tidak seperti pohon lainnya yang memiliki akar tunjang. Akarnya itu melebar, setidaknya harus diperhatikan areal tanamnya seluas tajuk atasnya. Jika arealnya terbatas maka akarnya akan membusuk sehingga pohonnya akan mati,” katanya.

Soekirman yang pernah menjadi dosen Fakutas Pertanian Universitas Sumatera Utara (USU) ini menilai revitalisasi perlu segera dilakukan sebagai upaya penyelamatan keberadaan pohon trembesi yang sudah berusia ratusan tahun tersebut. Sementara itu Wakil Wali Kota Medan Akhyar Nasution di sela-sela meninjau lokasi tumbangnya pohon trembesi mengatakan, perlu segera dilakukan langkah penyelamatan pohon berusia ratusan tahun. Salah satunya dengan membentuk tim khusus yang memantau dan merawat keberadaan pohon trembesi yang ada di Kota Medan.

Dia pun mempercayai Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan Ahyar sebagai ketua tim. Saat di lokasi Akhyar Nasution melihat tunggul akar pohon trembesi yang masih terletak belum dibersihkan. Akhyar sempat berucap singkat begitu melihat tunggul tersebut. “Kondisinya kering. Ini kurang air,” tegasnya. Akhyar yang datang ke lokasi bersama Pelaksana Tugas (Plt) Kadis Kebudayaan dan Pariwisata Kota Medan Hasan Basri, Kadis Pertanian dan Kelautan Kota Medan Ahyar, Kadis Pertamanan Kota Medan, Zulkifli Sitepu, dan Direktur Orange Indonesia Mandiri selaku pengelola Merdeka Walk, Yogi Asimin. Akhyar melihat sejumlah pohon trambesi yang tumbuh di pekarangan pusat jajanan kuliner tersebut.

Dari sekitar belasan batang pohon yang ditanamdikawasanitu, adayang sudah mati dan dipenuhi rayap. Akhyar Nasution menegaskan, perlu diambil langkah cepat untuk menyelamatkan pohon- pohon yang sudah menjadi ciri khas Kota Medan itu. Apabila tidak, maka tidak akan terselamatkan lagi. Dia menjelaskan, langkah yang dilakukan adalah memasang jaringan untuk memudahkan pohon tersebut menyerap air secara langsung. Kemudian mengganti lantai beton atau keramik dengan pavling block berlubang sehinggaairmasihdapatterserap serta membuat pori-pori.

“Jadi, untuk langkah awal kami akan lakukan pemangkasan dan perawatan. Kemudian, mengganti lantai keramik dengan paving block, membuat lubang pori-pori dan juga memasang jaringan pengairannya,” jelasnya. Sementara untuk tim khusus yang diketuai Kadis Pertanian dan Kelautan Kota Medan, Ahyar, kata dia, bertugas menganilisis apa saja yang harus dilakukan dan berkoordinasi dengan pengelola Merdeka Walk.

“Kami sudah bentuk tim untuk menyelamatkan dan melestarikan pohon tersebut. Sebab, pohon ini sudah menjadi ciri khas Kota Medan. Mana yang bisa diselamatkan, akan diselamatkan, atau sudah tidak bisa lagi diselamatkan dan diganti dengan yang baru,” kata dia. Tim khusus juga mengevaluasi apa yang perlu dilakukan setelah dilakukan pengecekan satu per satu. Di sisi lain Akhyar Nasution mengakui ada kelalaian Pemko Medan sehingga menyebabkan tumbangnya pohon trembesi, yakni lemahnya pengawasan terhadap pengelola Merdeka Walk. Akibatnya pengelola melakukan pembentonan dan memasang tembok disekitar pohon trembesi sehingga ruang gerak pohon tersebut terbatas.

“Kami akui ada kelemahan pengawasan. Tapi, tidak usah dicari siapa yang salah. Kami ke depan siap menyelamatkan dengan langkah-langkah yang cepat,” tambahnya. Sementara itu, Kadis Pertamanan Kota Medan, Zulkifli Sitepu mengatakan, pihaknya akan melakukan perawatan dan pemangkasan. Selain itu, akan berkoordinasi dengan pihak pengelola Merdeka Walk untuk membuka lampu, paku, dan loudspeaker yang dipasang di batang pohon tersebut. Direktur PT Orange Indonesia Mandiri, Yogi Asimin mengungkapkan, pihaknya selama ini telah melakukan perawatan.

Perawatan dilakukan mulai dari pemupukan, perawatan, penyiapan tempat penyerapan air dan lainnya. Kepala Pusat Studi Sejarah (Pussis) Universitas Negeri Medan, Ichwan Azhari menjelaskan, pohon trembesi tua di pusatkotaMedanini memenuhi syarat untuk masuk sebagai tanaman yang dilindungi. Pohon di sekeliling Lapangan Merdeka harusnya bisa menjadi salah satu ikon Kota Medan yang unik. Unik bagian dari rekayasa desain suatu kota yang indah dan menyimpan jejak intelektual perancangnya.

“Sayangnya, Pemko Medan tidak menyelamatkan ikon pohon bersejarah yang penting ini. Lihatlah, lantai kawasan Merdeka Walk dan depan stasiun kereta api yang dicor yang menyebabkan terancamnya daya tahan hidup pohon penting trembesi. Tidak pernah saya lihat ada data atau berita Pemko Medan pernah melibatkan para ahli tanaman kuno untuk merawat pohon ini sebagai bagian dari warisan kota yang indah dan membanggakan estetika kota,”ujarnya.

Menurutnya, bangunan yang ada di sisi barat dan timur pohon trembesi sebenarnya membunuh pohon - pohon bersejarah ini. Jika pohon itu punah, maka salah satu penyebabnya adalah karena Pemko Medan membiarkan mati pelan- pelan satu persatu. “Libatkan para ahli untuk menyelamatkan pohon pohon bersejarah ini, bongkar lantai cor Merdeka Walk dan lapangan parkir depan PT Kereta Api,” ujarnya.

SementaraituPemkoMedan bersama PT Orange Indonesia Mandiri, pengelola Merdeka Walk akan bertanggung jawab untuk membantu meringankan biaya para korban akibat tertimpa pohon trambesi yang tumbang di Merdeka Walk, Jalan Balai Kota. Bantuan diberikan berupa biaya perobatan maupun perbaikan kendaraan. Wakil Wali Kota Medan, Akhyar Nasution menjelaskan, pihaknya telah meminta Kadis Kesehatan Kota Medan, Usma Polita untuk menemui korban. Sedangkan untuk urusan mobil, dia sudah menunjuk Kasi Penghijauan Dinas Pertamanan, Toni sebagai perantara pertemuan penyelesaian dengan korban.

Sementara itu, Direktur PT Orange Indonesia Mandiri selaku pengelola Merdeka Walk, Yogi Asimin mengungkapkan, untuk ganti rugi sebenarnya kewenangan Pemko Medan. Namun, mereka akan berpartisipasi ikut ganti rugi.

Reza shahab/ eko agustyo fb/ erdian wirajaya


Berita Lainnya...