Edisi 11-01-2017
Frontage Road dan MERR II C Selesai Tahun Ini


SURABAYA – Penuntasan pengerjaan Frontage Road (FR) sisi barat dan jalan Middle East Ring Road (MERR II C) menjadi salah satu prioritas Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam pembangunan di tahun 2017.

Pemkot Surabaya menargetkan, dua jalan tersebut akan selesai tahun ini. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Bappeko) Kota Surabaya, Agus Imam Sonhaji mengatakan, selain FR sisi barat dan MERR II C, beberapa proyek lainnya yang juga menjadi target pengerjaan di tahun ini adalah melanjutkan box culvert di Banyu Urip serta Jalan Lingkar Luar Barat (JLLB) dan jalan Lingkar Luar Timur (JLLT).

“Kenapa fokus itu? Karena itu yang paling memengaruhi dalam menunjang perekonomian di Kota Surabaya. Jalannya diperbanyak supaya lalu lintas semakin lancar dan ekonomi masyarakat semakin meningkat,” tegas Agus Imam Sonhaji dalam jumpa pers di Kantor Bagian Humas Pemkot Surabaya, kemarin.

Dikatakan Agus, dari total kekuatan APBD Kota Surabaya sebesar 8,5 triliun di tahun 2017, 11% diantaranya diperuntukkan bagi infrastruktur. Di antaranya untuk pembebasan persil sebagai tindak lanjut penuntasan FR sisi barat dan juga MERR. Untuk FR sisi barat yang terhenti di depan rumah sakit Islam, akan dilanjutkan hingga sungai Kali Mas.

“FR akan dilanjutkan mentok sampai sungai lalu turun ke Joyoboyo. Ada persilnya masyarakat (di Pulo Wonokromo). Nantikamiakantata. Utamanya bagaimana merelokasi warga yang menempati stan-stan. Nanti juga akan dibangun jembatan di atas sungai. Tapi untuk jembatan ini dibangun 2018,” jelas Agus Sonhaji.

Sejauh ini, kemanfaatan FR sisi barat dalam fungsinya memecah kepadatan lalu lintas di Jalan A Yani, sudah bisa dirasakan masyarakat. Meskipun masih ada beberapa bottle neck di bundaran Dolog ataupun di perlintasan kereta api sebelah utara Royal Plaza. Tetapi tidak sepadat sebelumnya ketika belum ada FR.

“Jika FR ini sudah tuntas akan bisa mengurai separoh kemacetan di kawasan itu,” sambung mantan Kepala Dinas Cipta Karya ini. Sementara untuk MERR II C, dari total panjang jalan 6,25 kilometer, 4,65 kilometer diantaranya telah selesai. Selanjutnya, untuk 1,6 kilometer masih dalam proses pembebasan dan pengosongan lahan. Agus menyebut, untuk penyiapan lahan, Pemkot yang menyiapkan.

Adapun untuk pengerjaan fisik dilakukan oleh pemerintah pusat. Beberapa proyek lainnya yakni kelanjutan pembenahan kawasan Balai Pemuda dan juga Jembatan petekan dengan melengkapinya dengan pintuu air untuk mengendalikan banjir. Pemkot tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur tetapi juga pengembangan sumber daya manusia (SDM). “Pengembangan SDM warga juga tetap diprioritaskan.

Di beberapa SKPD ada pelatihan untuk meningkatkan kemampuan SDM warga,”sambung pejabat kelahiran Kediri ini. Selain menuntaskan pembangunan jalan-jalan baru, Pemkot Surabaya juga akan membenahi sistem transportasi karena memiliki kaitan langsung dengan perekonomian. Karenanya, pengerjaan Angkutan Massal Cepat (AMC) berupa trem diharapkan bisa dimulai tahun 2017 ini.

“Pak menteri (Menteri Perhubungan) punya komitmen untuk memulainya tahun ini. Kita berharap tidak ada situasi yang membuat itu tidak jadi dilaksanakan. Kalau trem itu berjalan, kita bayangkan bisa menekan jumlah kendaraan dari arah Sidoarjo. Caranya dengan meningkatkan biaya kalau orang naik mobil di Jalan Ahmad Yani melalui ERP (jalan berbayar),” sambung Agus Sonhaji.

Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismharini mengaku optimis terkait pembangunan Trem tersebut. Pasalnya, kebutuhan angkutan massa berbasis rel tersebut yang begitu tinggi, terutama untuk mengatasi kemacetan lalulintas. “Trem ini paling solutif. Karena itu, kami berupaya terus agar proyek ini terealisasi. Alhamdulillah, pemerintah pusat akhirnya menyetujui rencana ini,”pungkasnya.

ihya ulumuddin

Berita Lainnya...