Edisi 11-01-2017
Kosmetik Palsu Marak di Blitar


BLITAR –Puluhan merek produk kosmetik palsu beredar luas di wilayah Kabupaten Blitar. Produk kecantikan berupa bedak, krim muka, pemutih, dan lipstik itu paling banyak ditemukan di wilayah Kecamatan Nglegok, Srengat, Sutojayan, dan Kademangan.

“Produk ini tidak berizin,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Blitar Christine Herawati kemarin. Dinkes melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah pertokoan. Beberapa produk bahkan diketahui terang-terangan memalsukan merek kosmetik terkenal, di antaranya kerap muncul sebagai iklan di stasiun televisi.

Sekilas memang serupa. Namun setelah diteliti, akan tampak perbedaannya. Kemasan kosmetik palsu lebih kasar. Begitu juga dengan tulisan mereknya. Tekstur krimnya juga tidak sehalus produk aslinya. Dari sisi harga, kata Christine, relatif lebih murah. Tidak heran, sasaran dari produk palsu ini adalah masyarakat menengah ke bawah.

Terutama mereka yang kurang memahami betapa bahayanya menggunakan produk kosmetik dengan kandungan kimia yang tidak sesuai ketentuan. Informasi yang dihimpun, sebagian besar produk kosmetik palsu ini berasal dari luar kota. Disebutkan, tenaga pemasaran (sales) yang berkeliling membawa masuk kosmetik palsu tersebut ke wilayah Kabupaten Blitar.

“Yang terpenting, kode registrasi produk palsu tidak sama dengan yang tercantum di BPOM,” kata Christine. Sebagai antisipasi agar tidak keliru membeli kosmetik palsu, masyarakat diimbau mengecek produk yang dibeli melalui situs BPOM. Cukup dengan memasukkan nomor register dari produk kosmetik, konsumen akan tahu mana kosmetik asli atau palsu.

Christine menegaskan saat ini pihaknya tidak hanya melakukan pengawasan dan pembinaan. “Tentu izin usahanya juga akan dicabut. Sebab, apa yang dilakukan telah membahayakan kesehatan masyarakat,” pungkasnya. Sementara itu, salah seorang warga Kecamatan Srengat Ninik, 37,

menuturkan bahwa dirinya sudah lama menggunakan kosmetik kecantikan yang berasal dari sales keliling. “Tidak hanya saya, tapi juga anggota keluarga yang lain. Karena memang dari sisi harga lebih murah dan terbukti putih,” tuturnya.

solichan arif

Berita Lainnya...