Edisi 11-01-2017
Rawan Banjir, Petani Bengawan Solo Nekat Tanam Padi


BOJONEGORO – Petani di daerah bantaran Sungai Bengawan Solo di Bojonegoro banyak yang nekat menanam padi pada Januari ini. Padahal, diperkirakan pada Februari intensitas curah hujan di wilayah hulu dan hilir Sungai Bengawan Solo bakal tinggi dan rawan banjir.

Petani di wilayah Kecamatan Gayam, Kalitidu, Dander, Balen, Kanor, dan Baureno tetap nekat membenihkan padi dan menanamnya. Padahal, saat terjadi banjir luapan Bengawan Solo di daerah bantaran ini sering tergenang. Menurut petani di Desa Sembunglor, Kecamatan Baureno, Khamim, 45, memang daerah bantaran Bengawan Solo rawan tergenang banjir pada Januari hingga Maret.

Namun, ia mengaku tidak punya banyak pilihan karena stok beras miliknya sudah menipis. Ia berharap tanaman padi yang panen nanti bisa menjadi cadangan hingga September mendatang. “Saya berharap tidak terjadi banjir luapan Bengawan Solo lagi,” ujarnya. Ia mulai menyebar benih padi sejak tiga minggu yang lalu.

Selain dirinya, petani lainnya juga melakukan hal yang sama. Meski demikian, banyak petani lain di Kecamatan Kanor yang membeli benih padi dari desa lain. Ditanya apakah tidak takut kebanjiran, ia mengaku tidak. “Sudah mendengar informasi dari radio kalau Februari diprediksi akan banjir lagi, tapi kami sudah bertekad.

Kebanjiran ya sudah, karena memang daerahnya sering kebanjiran,” ungkapnya. Ia mengaku belum ikut dalam program asuransi pertanian. Sebab, didaerahnya belum ada informasi ataupun pendaftaran klaim asuransi yang digagasPemkabBojonegoro itu. “Belum ikut asuransi semua petani di sini. Di Desa Temu- Kanor juga belum ada informasi asuransi padi,” jelasnya.

Bupati Bojonegoro Suyoto meminta masyarakat Bojonegoro mewaspadai banjir susulan pada Januari hingga Februari. Sebab, curah hujan pada Januari hingga Maret masih cukup tinggi. Ia juga mengimbau kepada petani agar memberi jeda pada lahan sawahnya agar tidak terus- menerus menanam padi. “Menanam padi itu ada jedanya. Jadi, jangan terus menanam padi, tetapi harus diselingi menanam palawija,” ujarnya.

muhammad roqib

Berita Lainnya...