Edisi 11-01-2017
Whisnu Lepas Status Duda dengan Teman Sekolah


SURABAYA– Wakil Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana (WS) terlihat sumringah begitu Gubernur Jawa Timur Soekarwo (saksi nikah) mengucapkan kata “Sah”, menjawab pertanyaan penghulu pada prosesi akad nikah di Masjid Al Akbar Surabaya, kemarin.

Ketegangan WS seketika sirna, begitu para saksi juga menyatakan bahwa proses akad nikah itu sah sesuai dengan hukum negara dan syariat Islam. Tak hanya itu, kegembiraan juga terlihat dari para kolega kedua mempelai, serta ratusan undangan yang hadir di mimbar utama Masjid Al Akbar pagi kemarin. Beberapa di antara mereka terlihat khusyuk mengucap syukur dan memanjatkan doa untuk orang nomor dua di Surabaya itu.

Sementara sebagian yang lain sibuk mengabadikan momen syakral tersebut. “Alhamdulillah, sudah tidak duda lagi,”turur salah seorang undangan. Ya, terhitung sejak 10 Januari kemarin, status duda WS terhapus. Berganti menjadi suami sah dari perempuan bernama Dini Syafariah Endah dengan mas kawin seperangkat alat salat dan logam mulia emas seberat 233 gram, WS meneguhkan hati untuk mempersunting perempauan asli Surabaya itu.

Prosesi pernikahan WS dan Dini sendiri berlangsung istimewa. Inikarenabanyakkalangan hadir pada acara tersebut. Di antaranya Gubernur Jatim Soekarwo yang hadir sebegai saksi; para pimpinan dan anggota DPRD Surabaya; tokohtokoh partai; serta sejumlah kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di lingkungan Pemkot Surabaya; serta para simpatisan PDI Perjuangan.

“Awalnya memang ingin diam-diam dan sederhana saja. Tetapi, karena terlanjur banyak yang tahu, ya diumumkan sekalian. Maka saya undang seluruh kader untuk hadir. Apalagi ini juga bertepatan dengan hari ulang tahun partai,”aku WS seusai akad nikah. Bagi WS sendiri, pernikahan ini ibarat menyempurnakan langkah.

Sebab, menurut dia, tidak elok, bila seorang pemimpin seperti disinya masih sendiri. “Ini bagian dari menyempurnakan langkah, biar tidak jadi omongan. Masak, wakil wali kota menduda terus,” tutur WS disambut tawa para undangan. Ya, sudah lebih dari 10 tahun putra bungsu mendiang Ir Sutjipto ini menduda, sebelum akhirnya bertemu dengan pujaan hatinya Dini Syafariah Endah. Dini tak lain adalah teman SMP WS kala duduk di SMPN 6 Surabaya. Dia adalah putri seorang Jaksa di Jatim.

Konon, WS dan Dini telah menjalin asmara sejak SMP. Bahkan, kala Dini sekolah di Yogyakarta, mengikuti dinas orang tuanya, WS juga masih rajin menghubungi. Sayang, jalinan kasih tersebut tidak sampai mengantarkan ke pelaminan. Dini menikah dengan pria asal Yogyakarta sementara WS menikah dengan perempuan Surabaya.

“Mereka ini nyambung terus mulai sampai kuliah. Sempat pisah setelah kuliah. Tak tahunya nyambung lagi sampai hari ini. Keluarga juga tidak tahu. Wong WS jarang cerita. Tahunya pas ibu sakit, dia (Dini) datang dikenalkan. Kalau tidak salah, tiga tahun lalu,”tutur Jagat Hari Seno kemarin. WS sendiri mengakui kedekatannya dengan Dini sejak duduk SMPN 6 Surabaya itu. Hanya, politisi PDIP ini mengaku tidak pernah resmi berpacaran.

“Tidak pernah resmi berpacaran. Teman dekat iya, sejak masih SMP. Tetapi, saya dan nyonya sempat pisah, karena dia sekolah di Jogjakarta dan saya di Surabaya. Meski begitu, kami masih sering bertemu. Ya, doakan saja, kami bisa rukun terus dan menjalani rumah tangga ini dengan bahagia, sakinah mawaddah wa rahmah,” pintanya.

Sementara itu, meski tidak ada acara resepsi pernikahan, namun, momen perkawinan WS kemarin terlihat begitu meriah. Sejak keluar dari Masjid Al Akbar misalnya, WS dan istri sudah disambut ratusan kader PDIP di luar masjid. Mereka lantas beramai-ramai melepaskan balon ke udara, mengiringi acara pelepasan sepasang burung merpati oleh WS dan Dini.

Setelah itu, kedua pengantin ini lantas diarak menuju kantor DPC PDIP di Jalan Kapuas. Di tempat inilah mereka menggelar acara syukuran bersama masyarakat. Selain untuk pernikahan, acara tersebut juga dilakukan dalam rangka peringatan HUT PDIP P ke-44.

ihya ulumuddin

Berita Lainnya...