Edisi 11-01-2017
Belum Melapor, 85 Pekerja Asing Tak Terpantau


UNGARAN - Sebanyak 85 tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di Kabupaten Semarang hingga saat ini belum mengantongi surat keterangan tanda lapor (SKTL) dari Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) setempat.

Kondisi demikian membuat pemantauan aktivitas para ekspatriat sulit dilakukan lantaran tidak diketahui tempat tinggalnya. “Kalau tidak terpantau dikhawatirkan terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Sebab, latar belakang sosial dan kultur budaya mereka itu kan beda dengan masyarakat kita,” ungkap Kepala Kesbangpol Kabupaten Semarang Haris Pranowo kemarin.

Haris menjelaskan, sepanjang 2016 terdata ada 174 warga negara asing (WNA) yang melapor dengan membuat SKTL di Kesbangpol. 174 WNA ini terdiri atas 28 orang berstatus keluarga WNA, 5 mahasiswa atau pelajar, dan 141 TKA. Sementara hasil koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) diketahui ada 226 WNA yang bekerja di Kabupaten Semarang.

“Jadi jika disinkronkan ada 85 TKA yang belum membuat SKTL. Ini terjadi karena kesadaran perusahaan maupun sponsorship untuk melaporkan WNA berstatus tenaga kerja rendah,” ucapnya. Menurut Haris, keberadaan TKA di Kabupaten Semarang dapat membawa dampak positif bagi perkembangan dunia usaha lokal.

Dengan kehadiran pekerja asing bisa terjadi transfer teknologi maupun pengetahuan ke pekerja lokal. Di sisi lain, bisa menjadi ancaman keutuhan negara jika ternyata status pekerja mereka hanya kedok. “Mereka bisa jadi tahu kondisi riil yang ada di masyarakat kita. Apalagi ideologi mereka kan beda, ini tentu bisa mengancam eksistensi bangsa kita,” ujarnya.

Menyikapi hal ini, Kesbangpol dan instansi lain yang tergabung dalam Tim Pengawasan Orang Asing (Tim Pora) sudah berkoordinasi untuk melakukan penyisiran di lapangan. “Tapi akan diawali dengan sosialisasi agar para WNA, baik yang tinggal di sini maupun bekerja, menaati aturan yang berlaku,” ujar Haris.

Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran untuk melapor bisa meningkat sehingga memudahkan pemerintah memantau aktivitas sekaligus menjaga keamanan warga asing. Kepala Disnaker Kabupaten Semarang Soemardjito membenarkan kurun waktu Januari hingga Desember ada 226 warga asing yang berstatus sebagai TKA. Jumlah itu menyusut 11 orang dibanding data semester I 2016 lantaran kontrak habis, kembali ke negaranya.

agus joko

Berita Lainnya...