Edisi 11-01-2017
Delapan Desa Masih Terendam Rob


KAJEN – Setidaknya delapan desa di Kabupaten Pekalongan masih terendam air rob. Kedelapan desa tersebut tersebar di tiga kecamatan. Kepala BPBD Kabupaten PekalonganBambangSujatmokomengatakan, delapan desa tersebut terdapat di Kecamatan Tirto, Kecamatan Wonokerto dan Kecamatan Siwalan.

Desa yang terdapat di Kecamatan Tirto antaralainJeruksari, Mulyorejo, Tegaldowo, dan Karangjompo. ”Sedangkan di Kecamatan Wonokerto, yakni Desa Tratebang, Api-api, dan Wonokerto. Satu lagi di Kecamatan Siwalan yakni Desa Blimbing Wuluh,” ucapnya. Menurut Bambang, kembali meningginya rob tersebut disebabkan curah hujan yang tinggi. Sehingga air rob bercampur dengan air hujan menambah genangan warga setempat.

”Untuk Jeruksari itu, tanggul Sungai Sibakung sampai meluap airnya. Sebetulnya sudah ada parapet, tapi karena curah hujan tinggi, membuat air setempat meluap,” katanya. Ketinggian air rata-rata mencapai sekitar 40 sentimeter. Namun, warga masih bisa beraktivitas seperti biasa. ”Selain rob, kami juga mewaspadai hujan.

Sebab, belakangan sering disertai dengan angin kencang. Jadi jajaran dan relawan kami siapkan,” ujarnya. Jajaran pemkab setempat sudah berkoordinasi dengan dinas terkait dan pemerintah pusat untuk segera membangun tanggul. Harapannya bisa segera dilakukan pembangunan. ”Sudah koordinasi dengan pusat dan dinas terkait.

Wabup juga sudah menemui kementrian PU. Sudah lakukan DED, harapannya 2017 DED selesai dan segera lakukan pembangunan,” papar Bambang. Sementara itu, Kades Mulyorejo, Mubarok, mengatakan kenaikan air rob tersebut terjadi sekitar beberapa pekan terakhir. Ketinggian air hampir merata yakni sekitar 30-40 sentimeter.

”Di Desa Mulyorejo ada sekitar 700rumah, dari jumlahitu85% di antaranya terendam,” ucapnya. Selain rob, genangan air meninggi juga disebabkan hujan besar yang belakangan sering terjadi. Meski terendam rob, warga setempat tidak mengungsi.

”Warga masih bertahan dan tidak mengungsi. Semoga pembuatan tanggul bisa dipercepat. Selain itu, jalan juga kami minta bisa segera ditinggikan. Seperti di Desa Jeruksari itu, sekarang sudah mendingan,” ucapnya.

prahayuda febrianto

Berita Lainnya...