Edisi 12-01-2017
Posting Dugaan Pungli, Guru Honorer Dipecat


DEPOK – Seorang guru honorer di SMAN 13 Cimanggis, Kota Depok dipecat gara-gara memposting buruknya sistem pendidikan yang ada di sekolah tersebut ke media sosial.

Andika Ramadhan Febriansah (Dika), mahasiswa Sejarah Universitas Negeri Jakarta (UNJ) semester terakhir itu mengungkapkan kekecewaannya mengenai dugaan pungutan liar (pungli) dan bangunan sekolah yang tak kunjung selesai. Postingan tersebut kemudian viral lantaran mendapat banyak respons di media sosial.

Bahkan netizen termasuk siswanya, mendukung Dika lantaran menyukai cara mengajar yang bersangkutan. Setelah postingan itu muncul, Dika tidak lagi mengajar di sekolah tersebut. Selain memang karena masa kontrak yang telah habis, diduga ada masalah lain yang menjadi pemicu diberhentikannya Dika. ”Kontrak dari Juli 2016 hingga Juli 2017.

Tapi setelah saya posting tentang keluhan siswa mengenai dugaan pungli dan keadaan sekolah beberapa waktu lalu, saya lihat nama saya sudah enggak ada lagi. Kemudian saya temui kepala sekolah untuk meminta penjelasan. Kalau dari penjelasan kepala sekolah, saya memang sudah habis masa kontraknya,” ujar Dika kemarin.

Dia mempertanyakan sikap sekolahyangdinilaitakadil. Kalau memang dirinya belum lulus sarjana, seharusnya diberitahukan sejak awal. ”Saya katanya mau dipindahkan ke bagian perpustakaan agar saya fokus menyelesaikan skripsi. Karena postingan ini ramai, saya diberhentikan, padahal apa yang saya tulisbenaradanya,” ucapnya.

Alasan lain Dika diberhentikan lantaran metode pengajaran yang diduga tidak sesuai dengan ketentuan sekolah. ”Saya ngajar itu bikin siswa fun. Yang penting materi sampai. Saya ikutin metode pembelajaran Finlandia.

Caranya saya putarkan film yang membangkitkan semangat anak-anak, kemudian buat resume terhadap film yang ditonton. Sayangnya itu dinilai tidak tepat,” katanya. Kepala SMAN 13 Cimanggis M Mahpudin membantah telah memecat Andika karena tulisannya di media sosial. ”Bukan karena itu.

Masa kontraknya sebagai tenaga honorer memang sudah habis. Dia kami kontrak di semester ganjil mulai Juli- Desember 2016,” katanya. Selama mengajar, dia melihat Dika tidak ada kemajuan dalam menyelesaikan skripsinya. ”Skripsinya enggak jalanjalan. Saya berpikir dia lebih baik selesaikan sekolahnya dulu, baru kembali mengajar. Jadi untuk sementara dipindahkan ke bagian perpustakaan,” ujarnya.

r ratna purnama

Berita Lainnya...