Edisi 12-01-2017
Saksi Sebut Permintaan Irman ke Bulog Wajar


JAKARTA - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Jaserman Purba mengatakan, permintaan mantan Ketua DPD Irman Gusman atas kelangkaan salah satu bahan pokok yakni gula di Sumatera Barat tersebut adalah sesuatu yang wajar dilakukan.

Hal itu dikatakan Jaserman saat bersaksi dalam sidang lanjutan kasus dugaan suap distribusi gula di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (PN Tipikor) Jakarta kemarin. Menurut dia, selaku pejabat dan wakil rakyat dari daerah, DPD memang memiliki kewajiban untuk menampung aspirasi masyarakat. Terlebih, saat di daerah kekurangan pasokan bahan pokok. “Wewenang tidak ada, tapi kewajiban ada.

Kewajiban untuk mengomunikasikan kelangkaan gula itu. Antara kewenangan dan kewajiban itu ada. Dipilahpilah,” tandas Jaserman saat menjawab pertanyaan majelis hakim PN Tipikor. Dalam hal ini, lanjutnya, tindakan Irman Gusman yang meminta penambahan pasokan gula di Sumatera Barat adalah sesuatu yang wajar. Pasalnya, di daerah tersebut saat itu memang sedang mengalami kelangkaan gula.

“Puncak daripada organisasi mengatur gula siapa, misal Bulog, ya Bulog yang kita hubungi. Kami langsung pada ketua Bulog supaya harga tidak naik gimana caranya,” paparnya. Sementara itu, Wakil Ketua DPD Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas meminta hakim PN Tipikor untuk mempertimbangkan sangkaan korupsi terhadap Irman Gusman.

“Saya kira, kita berharap mungkin hakim bisa meninjau kembali apa yang disangkakan pada Pak Irman,” tandas Hemas saat menghadiri sidang Irman Gusman, kemarin. Menurut dia, jika terdapat dugaan gratifikasi terhadap seorang anggota DPD yang dalam hal ini adalah Irman Gusman, memang seharusnya dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Namun, lanjut Hemas, untuk melaporkan adanya gratifikasi tersebut dibutuhkan waktu. Sebab, pada saat adanya dugaan gratifikasi yang dilakukan oleh Xaveriandy Sutanto dan Memi terhadap Irman Gusman, kejadiannya pada waktu malam hari. “Itu kan butuh waktu (melaporkan gratifikasi ke KPK), dan saat itu belum sempat dilakukan (Irman Gusman) sudah dilakukan penahanan,” ujarnya.

sabir laluhu/ Okezone




Berita Lainnya...