Edisi 12-01-2017
Taiwan Awasi Kapal Induk China


TAIPEI – Ketegangan antara China dan Taiwan terus meningkat. Militer Taiwan meluncurkan pesawat jet F-16 dan kapal perang, kemarin, saat kapal induk China melintasi Selat Taiwan.

Angkatan Laut (AL) China yang baru saja melakukan latihan militer di Laut China Selatan memasuki zona identifikasi pertahanan udara bagian barat daya Taiwan. Konvoi itu dipimpin kapal induk Liaoning. Juru Bicara (Jubir) Kementerian Pertahanan (Kemhan) Taiwan Chen Chung-chi menyatakan, pihaknya mengerahkan armada militer udara dan laut untuk melakukan pengawasan dan penjagaan di wilayah perairan Selat Taiwan.

”Pesawat dan kapal militer Taiwan dikerahkan untuk mengikuti kelompok kapal induk China yang berlayar ke wilayah barat dari garis tengah Teluk Taiwan,” kata Chung-chi, dikutip kantor berita Reuters . Pejabat tinggi Taiwan untuk urusan China mendesak Beijing memulihkan dialog setelah jalur komunikasi dihentikan sejak Juni tahun lalu.

Menteri Konsul Urusan Daratan Utama Taiwan Chang Hsia menekankan Taiwan memiliki kemampuan yang kuat untuk melindungi keamanan nasional mereka sendiri. ”Tidak perlu terlalu panik. Di sisi lain, segala bentuk ancaman tidak akan menguntungkan hubungan lintas Teluk Taiwan,” ungkap Hsia dalam media briefing kemarin. Pemerintah China tidak mengomentari pernyataan Hsia.

Meski demikian, mereka menyatakan, semua pergerakan militer Beijing sesuai dengan hukum internasional. Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) China Liu Zhenmin menjelaskan, kapal induk China dan kapal perang lainnya diturunkan dalam latihan militer kali ini untuk mengasah kemampuan para kru, juga untuk menjaga kualitas kapal sebab kapal-kapal tersebut tidak dapat dibiarkan menua di pelabuhan tanpa pernah diuji secara berkala.

”Selat Taiwan merupakan jalur perairan internasional yang dibagi antara wilayah daratan utama (China) dan Taiwan. Jadi, saya kira wajar jika Liaoning pulang pergi dari dan ke China melalui Teluk Taiwan selama pelatihan. Hal itu tidak akan berdampak terhadap hubungan Lintas Teluk,” tegas Liu saat acara program keamanan Asia Pasifik.

Para ahli melihat manuver militer China tersebut sebagai unjuk kekuatan China dibanding ancaman. Pada bulan lalu Liaoning menjalani latihan pertama di Samudera Pasifik dan pernah melewati Taiwan bagian selatan. ”Sekarang ini tidak ada aktivitas angkatan udara atau laut yang tidak biasa di sana,” ungkap Taiwan.

Presiden Taiwan Tsai Ingwen yang sedang mengunjungi Amerika Tengah, menurut Jubir Kepresidenan Alex Huang, secara rutin memberikan instruksi kepada tim keamanan nasional dan Kemhan melalui sambungan telepon. Pihak militer Taiwan mengawasi situasi di wilayah mereka secara ketat dan akan bertindak sesuai kondisi. Kunjungan Tsai ke Houston, Amerika Serikat (AS), pada akhir pekan lalu saat transit sebelum menuju Amerika Tengah juga mendapat kecaman dari China.

Di sana dia bertemu dengan Senator Ted Cruz. Presiden perempuan pertama Taiwan itu juga pernah dikritik Beijing terkait komunikasinya dengan Presiden AS terpilih Donald Trump. Chang mengatakan, Taiwan hanya mengambil langkah reaktif yang relevan dalam mengatasi isu militer, diplomatik, dan ekonomi yang dilakukan China sejak Tsai menguasai kursi Pemerintahan.

”Kami mendesak China memahami harapan rakyat kedua pihak untuk menjaga perdamaian dan stabilitas hubungan,” tegasnya dilansir kantor berita AFP . Sehari sebelumnya Pemerintah AS mengungkapkan, pesawat bomber China terbang di sekitar Kepulauan Spratly untuk memamerkan kekuatan strategis mereka.

Latihan militer terbaru China dinilai membuat Negara-negara tetangga semakin khawatir. Konflik di Laut ChinaSelatan juga kian memanas. China mengklaim hampir sebagianbesarwilayahLautChina Selatan yang kaya sumber energi dan menjadi jalur perdagangan senilai USD5 triliun setiap tahun. Sikap China itu juga tumpang tindih dengan klaim sejumlah negara anggota Perhimpunan Bangsa Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) seperti Malaysia, Filipina, Vietnam, danBrunei.

muh shamil



Berita Lainnya...