Edisi 01-02-2017
Balai Kota Akan Jadi Etalase Produk UMKM


YOGYAKARTA – Komplek Balai Kota Yogyakarta dijanjikan bakal menjadi etalase produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM).

Hal itu sebagai wujud dukungan pemerintah kepada pelaku usaha kecil di Kota Yogyakarta. Calon wali kota Yogyakarta Haryadi Suyuti mengatakan, janji tersebut akan diwujudkan jika nantinya dia terpilih bersama pasangannya, Heroe Poerwadi dalam Pilwali 2017. Mengingat salah satu program kerjanya adalah mendorong industri dan ekonomi kreatif warga lokal. “Persolan saat ini tidak lagi sebatas media pemasaran saja. Tapi juga menyediakan pusat atau lokasi bagi calon pembeli produk industri kreatif,” kata Haryadi di sela menyambangi salah satu industri kreatif level rumahan, Dluwang Artis, di Ledok, Tukangan, Kecamatan Danurejan, kemarin.

Setelah Balai Kota menjadi etalase, diharapkan memudahkan calon pembeli untuk melihat dan memilih produk industri kreatif hasil karya warga Kota Yogyakarta. Haryadi juga berjanji akan membantu mencarikan calon pembeli terutama dari kalangan tamu pemerintah yang kerap berkunjung ke Balai Kota. Nantinya, kenang-kenangan bagi tamu yang melakukan kunjungan kerja tersebut berasal dari hasil produksi industri kreatif.

“Tak menutup kemungkinan hotel-hotel yang ada juga diwajibkan membeli produk UMKM sebagai hidangan bagi tamu. Jadi tak hanya produk kerajinan saja, bisa juga kuliner, dan sejenisnya,” ujarnya. Meski demikian, Haryadi berharap para pelaku industri kreatif tetap menjaga kualitas dan standar barang demi kepuasan konsumen. “Sesuai dengan semangat Segoro Amarto (Semangat Gotong Royong Agawa Majune Ngayojokarto),” imbuhnya.

Terkait kunjungannya ke Dluwang Art di Ledok, Tukangan, kemarin, Haryadi mengapresiasi kreativitas warga yang mampu mengolah koran bekas menjadi aneka kerajinan yang bernilai ekonomi. “Seperti Dluwang Art ini, pemasarannya sudah memanfaatkan media online. Jadi pemerintah memang perlu memberikan dukungan dalam bentuk lain,” jelasnya. Pemilik Dluwang Art, Briane Novianti mengakui dari segi pemasaran produknya memang tak ada kendala karena sudah memanfaatkan perkembangan teknologi.

“Pesanan dari berbagai daerah, bahkan ada yang dari Aceh,” katanya yang mengaku mempekerjakan warga sekitar untuk membantu proses produksi. Namun demikian, dia berharap kegiatan pameran produk industri kreatif lebih diperbanyak lagi oleh pemerintah. Sebabnya, pameran tersebut untuk mengenalkan hasil kerajinan kepada wisatawan yang berkunjung ke Yogyakarta terutama bagi mereka yang belum mengakses informasi melalui online.

Ristu hanafi







Berita Lainnya...