Edisi 07-02-2017
Keluarga Persiapkan Prosesi Penobatan Gelar


KEDIRI –Keluarga dan perwakilan Pemerintah Kabupaten 50 Kota Provinsi Sumatera Barat akan menggelar upacara penobatan gelar Datuk Tan Malaka VII di lokasi makam Ibrahim Datuk Tan Malaka di Desa Selopanggung, Kecamatan Semen, Kabupaten Kediri.

Rangkaian acara akan berlangsung mulai 21-22 Februari mendatang. Upacara adat yang berlangsung pagi hari, kemudian malam hari berlanjut peringatan hari kematian (haul) Tan Malaka di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Aktivis Tan Malaka Institute Habib Monti sekaligus perwakilan tim delegasi penjemputan jenazah menegaskan pihaknya meminta pemerintah pusat memberikan hak Tan Malaka sebagai pahlawan. Hak itu di antaranya pemakaman yang selayaknya. Kemudian memasukkan kisah kepahlawanan Tan Malaka ke kurikulum pelajaran sekolah hingga perguruan tinggi.

“Karena itu, memang merupakan hak bersangkutan selaku pahlawan. Pemerintah pusat berkewajiban memberikannya,” ujar Habib Monti yang ditemui di Kantor Pemkab Kediri, kemarin. Ditemani dua orang utusan Dinas Sosial Kabupaten Limapuluh Kota, Habib Monti tiba di Kediri pada Minggu malam (5/2). Ketiganya diterima Wakil Bupati Kediri Masykuri di Kantor Pemkab Kediri. Pertemuan berlangsung tertutup. Habib mengatakan upacara penobatan gelar akan melibatkan unsur 142 ninik mamak atau pemangku adat, alim ulama, cadiak Pandai dan Bundo Kanduang sebagaimana Kelarasan Bungo Setangkai.

Rombongan akan menempuh jalur darat dengan mengendarai bus. Dia menjelaskan, penobatan gelar Datuk Tan Malaka di Makam Selopanggung adalah melaksanakan prinsip adat masyarakat Minang Kelarasan Bungo Setangkai, yakni hidup berkerelaan dan mati bertongkat budi. Hidup berkerelaan adalah penyerahan gelar dari pemangku adat yang tua kepada kemenakannya yang lebih muda. Sedangkan mati berkalung budi adalah menobatkan gelar kelanjutan di tanah kuburan pemangku adat sebelumnya. Selain ritual adat, di makam, kata Habib, akan digelar juga salat gaib berjamaah.

“Upacara adat ini menobatkan Henky Nouvaro sebagai pemegang gelar Datuk Tan Malaka VII. Kalau tidak begitu, prosesi adat akan terganjal,” kata Monti. Bagaimana dengan pemindahan jenazah? Habib mengatakan, sesuai ketentuan perundangan pemindahan makam merupakan kewenangan peme- rintah pusat. Rencananya Rabu (8/2), Habib Monti cs akan melanjutkan perjalanan ke Jakarta.

Ketiga orang ini akan bertemu dengan Menteri Sosial. Sementara terkait haul Tan Malaka, Pengurus Pondok Pesantren Lirboyo Kiai Abdul Muid atau Gus Muid mengatakan masih berdiskusi dengan pengurus ponpes. Dia membenarkan rencananya haul Tan Malaka akan digelar di Ponpes Lirboyo. “Saat ini kita masih mendiskusikan terkait tempat haul ini,” ujar Gus Muid.

Solichan arif

Berita Lainnya...