Edisi 07-02-2017
Warga Makin Berang Dengan Truk Batu Bara


MUARAENIM- Desakan agar truk angkutan batu bara tidak lagi melewati jalan umum semakin santer di Kabupaten Muaraenim, menyusul masih tingginya angka lakalantas yang melibatkan truk angkutanbatubara.

Tokoh masyarakat Ujan Mas, Muaraenim, Wilian Husin mengatakan, saat ini bisa dika - takan kemarahan dan ke ke sa - lan masyarakat terutama warga yang berdomisili di pinggir ruas jalan Muaraenim-Palembang sudah diubun-ubun. Hanya saja, hal tersebut ma - sih bisa ditahan. Namun jika kondisi yang ada sekarang ini masih terus berlarut-larut, jang an salahkan jika ma sya ra - kat be rtindak sendiri.

“Karena apa, dari dulu sam - pai dengan sekarang masih terus saja korban berjatuhan di jalan raya, baik pengendara maupun masyarakat setempat, jadi wajar kalau masyarakat marah,” ujarnya kemarin. Pihaknya juga memper ta nya - kan alasan pihak Pemprov Sumsel yang kembali me nge luarkan izin kepada pihak ang ku tan batu bara untukmelewatijalanumum.

“Kalaupun sebelumnya ka - rena alasan jalur khusus belum selesai, masih bisa dim ak - lumi.Tapi sekarang jalur ter - sebut sudah selesai, namun truk angkutan batu bara masih me - lalui jalan umum,” ucapnya. Senada dikatakan Ketua Komite Nasional Pemuda In - donesia (KNPI) Muaraenim, Adriansyah, sejak awal dirinya dan unsur kepemudaan di Ka - bu paten Muaraenim mendesak agar truk angkutan batu bara tidak melintasi jalan umum.

Hanya saja, menurutnya, hal tersebut tidak diindahkan, bah - kan izin sudah habis, Gubernur Sumsel kembali menerbitkan izin baru. “Ini ada apa, kalau mereka (pemangku kepentingan) tidak mengetahui banyak warga yang jadi korban, jelas tidak mung - kin, kecuali memang sengaja untuk tidak peduli dengan nasib masyarakat,” katanya.

Sementara informasi yang berhasil dihimpun KORAN SINDO PALEMBANGdi lapangan, lakalantas yang melibatkan truk batu bara kembali terjadi, Minggu (5/2) sekitar pukul 18.00 WIB, di Jalan Lintas Muaraenim-Palembang, Desa Ujan Mas Baru, Kecamatan Ujan Mas. Korbannya kali ini adalah Dimas Prasetya Andalan, 9, yang merupakan anak Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Muaraenim.

irhamudin sp

Berita Lainnya...