Edisi 07-02-2017
Aplikasi Polisi Kita Minim Sosialisasi


MEDAN– Sehari setelah aplikasi E-Policing diberlakukan di Polda Sumatera (Sumut) dan jajarannya, laporan pengaduan masyarakat masih sangat minim.

Banyak warga yang belum mengetahui cara penggunaanya, Senin (6/2). Kasubbid Penerangan Masyarakat (Penmas) Polda Sumut, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) MP Nainggolan mengatakan, hingga saat ini laporan pengaduan dari masyarakat melalui aplikasi online ‘Polisi Kita’ masih sangat minim.

“Sudah ada beberapa yang menggunakannya, namun masih sangat minim dibandingkan dengan warga yang langsung melaporkan kejadian yang dialaminya ke kantor Polisi. Hanya saja, soal jumlahnya saya tidak tau persis,” kata Nainggolan. Nainggolan berharap masyarakat menggunakannya dengan baik dan menyampaikan informasi yang akurat. Sehingga anggota Di lapangan bias dengan cepat meluncur ke lokasi. “Kita siap 24 jam, apapapun informasinya akan langsung ditindak lanjuti.

Terutama masyarakat yang membutuhkan kehadiran polisi secara cepat,” ujarnya. Salah satu contohnya, kata dia, masyarakat yang mengalami tindak pidana pencurian, perampokan seperti begal, pemerasan, pungli dan kericuhan. Menurut dia, kasus seperti itu perlu kehadiran Polisi dengan cepat. “Banyak kasus lain termasuk narkoba dan kecelakaan lalulintas.

Terkadang, tidak di semua tempat ada personel Polisi. Sehingga, bila ada laporan masuk ke aplikasi maka dengan cepat akan direspons,” ucapnya. Menurut Nainggolan, minimnya warga yang melapor menggunakan aplikasi online ‘Polisi Kita’ lantaran belum memahami cara penggunaan teknologinya. “Di samping penguasaan teknologi yang minim, juga banyak warga yang belum memiliki ponsel Android. Mungkin itu ya, tetapi untuk pastinya saya belum tau.

Tetapi, dengan pemberitaan di media massa sepertinya sudah maksimal untuk informasi atau pemberitahuan kepada masyarakat,” terangnya. Nainggolan menyebut, Call Center Polisi Kita, selain di Polda juga ada di Polres jajaran termasuk Polrestabes Medan. “Call Centeritu ada di setiap Polres jajaran Polda Sumut, meski begitu di Polda juga ada pengelolaanya di bidang Teknologi Informatika (TI).

Nanti akan saya tunjukkan ruangan dan mekanisme kerjanya, saat ini kami masih ada agenda di kawasan Sibolangit,” jelasnya. Sementara itu, T Sihombing, 56, warga Jalan Gajah Mada, Kecamatan Sei Sekambing B mengaku, dirinya tidak mengetahui adanya teknologi baru yang diterapkan Polda Sumut dan jajarannya. “Saya tidak tau soal aplikasi itu.

Sekalipun saya tau, cara menggunakannya juga saya kurang tau. Karena tidak ada sosialisasi yang dilakukan Polri,” katanya. Seharusnya, masih kata dia, pihak kepolisian melakukan sosialisasi secara terbuka pada masyarakat bagaimana cara penggunaanya. Sebab, tidak semua kalangan menguasai teknologi. “Saya bisa sebutkan, 80% kalanganorangtuasepertisaya sulit mengikuti perkembangan teknologi saat ini.

Jika tidak disosialisasikan bagaimana mungkin kami tau,” ujarnya. Senada denganTSihombing, warga lainnya, Sumian, 44, mengaku juga tidak mengetahui adanya aplikasi itu. “Bagus lah kalau sudah ada, berarti tidak akan susah lagi melaporkan suatu kejadian pada Polisi. Sebab, selama ini saya sangat kesulitanmelaporadanya kejadian di kawasan tempat tinggal kami,” kata Sumian.

Menurutnya, di kawasan tempat tinggalnya selama ini di kompleks perumahan Dapari, Kecamatan pancur Batu, kerap dijadikan sebagai lokasi perjudian, premanisme, pesta minuman keras (miras), menggunakan narkoba dan lainnya. “Kalau aku melapor ke kantor Polisi, mereka (polisi) justru minta data-data dan terkesan menyulitkan kita saat melapor.

Di sisi lain, ada rasa takut kalau melapor sebab pelakunya para preman semua, jadi kalau sudah melaui online, mungkin tak ada lagi perlakuan kasar yang terkesan tidak bersahabat itu,” ujarnya. Sumian menyebut, jika benar aplikasi onlineitu diterapkan dengan baik kemungkinan laporan masyarakat itu akan bisa dilihat oleh siapapun, termasuk pimpinan Polri dan Pemerintah. “Semoga bisa dan maksimal dan tidak hanya sekedar lip service saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian resmi memberlakukan E-Policing (laporan system online) di seluruh Polres jajaran Polda Sumut. Dengan diberlakukannya laporan system online itu masyarakat tidakperludatangkePolsek, Polres, Polda atau kantor Polisi terdekat, apabila membutuhkan bantuanPolisisecepatmungkin. “Dengan E-Policing, kita (Polisi) siap 24 jam online, respon cepat, pengaduan, agenda dan berita, tokoh masyarakat, call center, city guide dan saber pungli.

Layanan ini adalah layanan system online terpadu Kepolisian,” katanya. Menurut Kapolri, demi memberikan pelayanan prima kepada masyarakat, maka program Polisi Kita Sumut diberlakukan selama 24 jam secara online. Inovasi itu, dapat diakses masyarakat secara luas berbentuk aplikasi dengan terlebih dahulu mengunggah (memasang) aplikasi Playstore pada telepon genggam jenis android. Saat ini jumlah personel di jajaran Polda Sumut mencapai 30.000 personel, terdiri dari 27 Polres, Polresta dan Polrestabes serta 208 Polsek.

“Dengan jumlah personel Polda Sumut yang mencapai 30 ribu personil, maka bukan suatu hal yang tidak mungkin aplikasi ini dilaksanakan dengan maksimal. Memang ini tidak mudah, tetapi jika sungguhsunguh mengerjakannya, pasti bisa,” ujarnya. Selain itu, juga ada konten berita, agenda dan informasi mengenai lokasi Polda dan Polres jajaran. Lalu, fitur City Guide untuk mengetahui tempat pengisian bensin atau Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) tempat wisata dan lainnya.

frans marbun




Berita Lainnya...