Edisi 07-02-2017
Kurangi Kendaraan Pribadi untuk Menjaga Lingkungan Sehat


Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya secara resmi mengoperasikan bus kampus sejak kemarin.

Peresmian bus kampus yang ditujukan untuk semua sivitas akademika ITS ini dilakukan Rektor ITS Prof Joni Hermana didampingi jajaran pimpinan ITS di halaman Gedung Rektorat. Sebagai kampus berperingkat terhijau kedua di Indonesia versi UI Green Metric World University Ranking, pemanfaatan bus kampus ini diklaim akan punya andil dalam menciptakan lingkungan sehat di kawasan kampus hijau ITS. Ditemui selepas peresmian, Direktur Perencanaan dan Pengelolaan Sarana Prasarana ITS Mas Agus Mardyanto mengungkapkan, pengadaan bus kampus ini mendukung pengukuhan identitas ITS sebagai Smart Eco Campus.

“Dengan adanya bus kampus, angka penggunaan kendaraan pribadi oleh mahasiswa ataupun sivitas akademika ITS lainnya diharapkan menurun. Dengan begitu, polusi juga dapat diminimalisasi,” tutur dosen Departemen Teknik Lingkungan ini. Menjadi bagian dari pengembangan dalam bidang pengelolaan berbasis lingkungan, bus kampus ITS bertujuan untuk menarik minat mahasiswa agar turut andil menciptakan kawasan kampus hijau. Operasional bus sengaja dirancang tanpa memungut biaya sepeser pun dari penumpang alias gratis.

Saat ini baru dua armada bus yang dioperasikan yang merupakan bus milik ITS sebelumnya. Ke depan, akan dioperasikan pula bus listrik hasil rancangan Tim Mobil Listrik ITS untuk mendukung penggunaan kendaraan hemat energi dan bebas polusi. “Hemat bahan bakar sekaligus menciptakan lingkungan yang sehat nantinya,” tambah dosen lulusan University of Ottawa, Kanada, ini.

Dengan adanya bus kampus ini, mahasiswa atau sivitas akademika ITS cukup memarkir motor atau mobil mereka di lahan parkir departemen masing-masing. “Bila ada keperluan, mereka bisa bepergian dengan bus ke pusat-pusat kampus seperti masjid, rektorat, kantin, serta perpustakaan,” lanjut dosen yang akrab disapa MAM ini. Dua armada bus yang dioperasikan akan melalui dua rute berbeda dan berhenti pada total 20 bus stop dan 1 halte.

Bus pertama akan melalui rute Asrama Mahasiswa ITS, BRI, Bundaran Masjid Manarul Ilmi, Departemen Teknik Lingkungan, Rektorat, Gedung Student Community Center (SCC), MIPA Tower, Departemen Teknik Elektro, Urban Farming, perumahan dosen (perumdos) ITS Blok U, Departemen Teknik Perkapalan, Departemen Teknik Informatika, Departemen Desain Produk, dan Asrama Mahasiwa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS).

Sementara bus lainnya beroperasi dengan rute Asrama Mahasiswa PENS, Gedung Pusat Robotika, BPPT, Perumdos Blok U, Perumdos Blok T, Teknik Elektro, Minimarket K1 Mart, lalu kembali ke Asrama Mahasiswa ITS. Tak lupa, kata mantan Wakil Dekan Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan (FTSP) ini, evaluasi akan terus dilakukan terkait operasional bus yang masing-masing berkapasitas 30 orang ini. “Sementara ini, ada beberapa aturan yang telah kami putuskan,” ungkap Agus.

Di antaranya, kecepatan bus tak boleh melebihi 30 km/jam, bus beroperasi mulai pukul 06.00 pagi hingga 17.00 sore, dan berhenti selama dua menit di setiap titik pemberhentian bus. “Tak lupa juga, sopir bus yang kami pekerjakan harus berpakaian rapi dan selalu ramah kepada setiap penumpang,” tutup Agus.

Koordinator Komunitas Nol Sampah Wawan Some mengapresiasi pengoperasian bus tersebut. Wawan berharap pengoperasian tersebut bisa menjadi momentum upaya pengendalian polutan udara akibat emisi gas buang kendaraan bermotor.

Soeprayitno
Surabaya





Berita Lainnya...