Edisi 07-02-2017
BAN PT Minta PTN/PTS Percepat Proses Akreditasi Kampus


MEDAN– Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN PT) meminta kepada semua Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) untuk mempercepat proses akreditasi kampus.

Saat ini, akreditasi menjadi salah satu penentu mutu kampus tersebut. “Keberadaan PT tidak lagi ditentukan dari status. PTN dan PTS memiliki peluang sama dalam pengembangan mutu. Penentu saat ini adalah mutu. Konsepnya, siapa bermutu, itu yang diterima masyarakat. Tidak peduli apakah PTN atau PTS,” kata Anggota Dewan Majelis Akreditasi BAN-PT, Mansyur Ramly saat memberikan Kuliah Umum Analisis Kebijakan Publik pada Program Studi (Prodi) Magister Administrasi (MAP) PascasarjanaUniversitasMedan Area (UMA), Sabtu (4/2).

Dia menyebutkan, hingga saat ini ada sekitar 3.000 dari 4.540 PTN maupun PTS di Indonesia yang belum terakreditasi. Jika hingga 11 Mei 2018 belum juga mengantongi akreditasi, izin PT tersebut terancam dicabut. “Jumlah total prodi ada 22.306 sedangkan yang sudah terakreditasi hanya 18.568. Kebanyakan prodi yang belum terakreditasi baru beroperasi. Nah, semua prodi dan institusi di PT harus sudah terakreditasi paling lambat 11 Mei 2018.

Karena itu, kami mendorong agar proses akreditasinya dipercepat,” paparnya. Menurut Mansyur, akreditasi sangat berkaitan dengan mutu sebuah PT. Jika sebuah PT dinyatakan kredibel, maka akan diberikan akreditasinya sesuai mutunya. Karena itu, dia berharap PT berlomba-lomba meningkatkan mutu dan akreditasinya. Apalagi Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir sudah meresmikan pelaksanaan Sistem Akreditasi Pendidikan Tinggi Online (SAPTO).

“SAPTO akan dioperasikan pada Mei 2017,” tuturnya. Dia mengatakan, biasanya yang menjadi kendala bagi PTN dan PTS kesulitan mendapatkan akreditasi yakni, rasio dan kualitas dosen yang belum sesuai dengan jumlah mahasiswanya. Selain itu, laboratorium belum besertifikat, dan kurangnya hasil penelitian serta pengabdian dosen kepada masyarakat.

Sementara Wakil Rektor I UMA Bidang Akademik, Heri Kusmanto mengatakan, pihaknya terus berupaya meningkatkan akreditasi prodi. Saat ini, di UMA ada sekitar 20 prodi. Dari jumlah itu, 16 prodi untuk S1 dan 4 prodi untuk S2. Semua sudah terakreditasi B, kecuali Prodi Manajemen Ekonomi yang sudah terakreditasi A. “Ada prodi Teknologi Informasi yang belum terakreditasi karena masih baru. Kami sedang mengusahakan akreditasinya,” ujarnya.

eko agustyo fb

Berita Lainnya...