Edisi 07-02-2017
BBPOM Jangan Seperti Memadamkan Kebakaran


MEDAN - Pengawasan terhadap penjualan obat secara online yang semakin marak perlu ditingkatkan, karena berpotensi membuka celah terjadinya peredaran obat ilegal.

Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) diminta segera bertindak. “Jangan sampai seperti memadamkan kebakaran, ketika ada persoalan di situ baru mereka (BBPOM) turun,” ujar Sekretaris Lembaga Advokasi dan Perlindungan Konsumen (LAPK) Sumatera Utara (Sumut), Padian Adi Siregar kepada wartawan, Senin (6/2).

Dalam mekanisme pasar memang tidak ada masalah dengan obat yang dijual via online. Namun patut dipertanyakan apakah obat yang beredar di dunia maya tersebut telah terverifikasi. Sebab, banyak obat yang ditawarkan di media internet didatangkan dari luar negeri. “Ini menjadi celah untuk obat ilegal jika tidak terverifikasi,” katanya.

Padian juga melihat pengusaha obat online kurang memberikan informasi kepada konsumen, seperti tidak menjelaskan efek samping dari obat tersebut. "Kemenkes juga harus bisa memastikan agar konsumen dapat terlindungi dengan cermat memantau penjualan obat online," tegasnya. Sementara itu, Kepala Perwakilan Ombudsman Sumut, Abyadi Siregar, menyebutkan, benteng terakhir untuk mengantisipasi obat ilegal adalah BBPOM.

Sebab, kelayakan obat untuk dijual kemasyarakatan harus mendapatkan rekomendasi dari BBPOM. “Makan obat itu pastinya harus dengan petunjuk dokter. Jangan niatnya ingin menjaga kesehatan tapi malah sakit. Jadi harus lebih hati- hati," ujarnya. BBPOM, sebut Abyadi, harus dapat mengontrol peredaran obat online.

Pasalnya sudah menjadi tugas BBPOM memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat dan konsumen. “Teknisnya BBPOM di Medan lebih mengetahui. Tinggal mereka harus lebih berinovasi dan kreatif dalam melakukan pengawasannya,” pungkasnya. Kepala BBPOM di Medan Ali Bata Harahap saat dikonfirmasi via telepon belum bersedia berkomentar terkait hal ini dengan alasan kesibukan. “Lagi sibuk, jangan telepon, langsung jumpa saja nanti,” katanya singkat.

irwan siregar

Berita Lainnya...