Edisi 07-02-2017
Belajar Setahun Untuk Bisa Memahami Rasa Kopi


Kegemaran mencicipi kopi dengan berbagai aroma khas yang dihasilkan bisa menjadi daya tarik bagi orang tertentu untuk terjun mendalami pengetahuannya soal kopi.

Namun tidak untuk gadis yang satu ini. Novrin Handayani Situmorang, 26, seorang pencicip kopi (cupper) profesional bersertifikat internasional (Q-Grader) yang dikeluarkan Coffee Quality Institute (CQI) di Amerika Serikat ini mengaku tidak begitu suka kopi, bahkan hingga sekarang kendati merupakan penentu kualitas kopi layak untuk diekspor atau tidak. Berbincang dengan KORAN SINDO MEDANbelum lama ini, anak kedua dari empat bersaudara itu mengatakan, perkenalannya dengan kopi terbilang unik.

Memiliki teman seorang cupper, dia yang tidak tahu seluk-beluk kopi ditawari jabatan sebagai asisten. “Jadi kan dulu aku punya teman, dia kerjanya cupperdan butuh asisten. Dia tawarin aku buat jadi cupperjuga. Awalnya aku nggak tertarik sama sekali karena mikir lucu kali kerjannya kok cicipin kopi. Dia menawarkan aku sampai tiga kali terus diimingi gaji lumayan dibanding kerjaan sebelmnya barulah aku mau,” ujarnya. Mengaku masih buta sekali dengan kopi, dia terus belajar.

Butuh waktu setahun bagi dia belajar soal kopi hingga akhirnya memahami rasa kopi itu beragam. “Mulai dari herbals, coklat, apricot, caramel, wine, berry dan banyak lagi,” ucapnya. Dia yang bekerja di salah satu perusahaan distributor kopi akhirnya mendapat kesempatan menimba ilmu Q-Grader, itu pun lewat jalan yang tidak disangka-sangka.

Tanpa persiapan apapun karena yg seharusnya berangkat ke Jakarta tahun 2014 silam adalah sang manajer, dia memutuskan menerima tawaran itu. “Biayanya besar waktu mau sekolah itu. Kalau nggak lulus harus balikin separuh biaya, itu mental kacau karena ujiannya kan sulit. Tapi Alhamdulillahlulus juga di antara lima yang lulus dengan 24 peserta yang ikut.

Dan Alhamdulillahlagi aku satusatunya cewek yang lulus pada waktu itu. Pesertanya juga ada yang dari luar negeri, dua dari Singapura, satu India dan satu Amerika,” bebernya. Dia menceritakan, sehari sebelum berangkat tes Q-Grader dia sempat berpikir mencari-cari alasan untuk membatalkan ikut serta, karena takut gagal dan merugikan perusahaan, mengingat biaya pendaftarannya saja mencapai Rp10 juta.

Ternyata, bos perusahaan berhasil meyakinkannya untuk tetap ikut tanpa perlu memikirkan biaya. “Bersyukur, bos di kantor terus memotivasi saya dan mengatakan, jangan pikirkan biayanya, yang penting ilmunya,” tutur Novrin lagi. Putri pasangan H Situmorang dan Rahmawaty Harahap itu mengaku, kendati jumlah cupper di Kota Medan sudah mulai berkembang, namun dia belum Melihat ada cupper perempuan lain di kota ini.

Tak ayal, banyak manfaat yang dia dapat selain punya banyak teman dan kenalan dengan keahliannya itu. “Indera penciuman dan perasa lebih tajam semenjak jadi cupper. Jadi tahu kalau mamak masak kelebihan kunyit, bawang, kemiri, atau apapun. Karena rasa itu juga ada di kopi dan disebut spicy. Terus kalau ada rasa yamg aneh di makanan dan minuman langsung ketahuan,” ucap sarjana komputer salah satu perguruan tinggi swasta di Kota Medan itu.

Saat ini, Novrin juga mengaku lebih sering diundang jadi juri kalau ada kompetisi di Medan, seperti manual brewing (menyeduh kopi manual). Yang menarik menurut Novrin, walaupun sudah mendapatkan sertifikasi Q Grader tersebut, dia mengaku kalau bukan peminum kopi yang baik di mana kebanyakan peminum kopi, tak memerlukan gula, konon lagi creamer. Dia tetap seperti orang kebanyakan yang meminum kopi dengan tambahan gula dan berbagai jenis minuman lain berbahan kopi.

“Awalnya, jujur saja saya tak suka kopi. Yang saya lakukan, hanya sebatas kerja. Paling minum kopi sebulan sekali saja,” ucapnya. Bergabung dalam salah satu komunitas pencinta kopi, Novrin tidak segan-segan membagi ilmunya kepada orang lain. “Aku senang cerita dan bagi semua yang kutahu ini ke orang. Alhamdulillahsekarang ada beberapa orang yang mulai ngerti soal citarasa kopi. Lagian kalau bagi ilmu, ilmu kita juga akan bertambah,” pungkasnya.

SYUKRI AMAL

Medan

Berita Lainnya...