Edisi 07-02-2017
Divonis Empat Tahun, Uang Rp1,3 Miliar Disita


MEDAN- Daud alias Athiam, 47, satu dari empat terpidana mati kasus narkotika jenis sabu-sabu seberat 270 Kg kembali divonis penjara empat tahun pada sidang di ruang Cakra VI Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (6/2) untuk tindak pidana pencucian uang (TPPU).

“Terdakwa Daud alias Athiam terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencucian uang. Menghukum terdakwa dengan pidana penjara selama empat tahun dan denda Rp1 miliar subsider enam bulan penjara,” ujar majelis hakim ketua, Nazar Effendi dalam nota putusannya. Selain pidana penjara dan denda Rp1 miliar, seluruh harta benda milik Athiam yang dinilai merupakan hasil dari TPPU disita untuk negara seperti rumah satu-satunya yang dimilikinya di Dumai, Riau di atas tanah seluas 324 meter persegi dengan harga Rp312 juta.

Selain rumah, tabungan Athiam senilai Rp700 juta dan perhiasan dengan jumlah berkisar antara Rp1,2 miliar-Rp1,3 miliar juga disita. Kendati Athiam melalui kuasa hukumnya Amri kendati membantah harta yang dimiliki bukan merupakan hasil TPPU narkotika, majelis menganggap terdakwa tidak mampu membuktikannya.

“Anda dianggap tidak mampu memberikan penjelasan di persidangan yang menerangkan rumah dan harta milik Anda, bukan hasil dari kejahatan peredaran narkotika,” kata majelis hakim Nazar Effendi. Majelis hakim menganggap Athiam terbukti melanggar Pasal 3 Undang-undang No 8 tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan TPPU.

Menanggapi vonis majelis hakim, baik jaksa penuntut umum dan penasihat hukum Athiam menyatakan pikir-pikir selama tujuh hari. Untuk diketahui, vonis hakim lebih rendah dari tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) Sindu Utomo. Sebelumnya, JPU Sindu Utomo menuntut Athiam dengan pidana penjara selama lima tahun penjara denda Rp1 miliar dan subsider enam bulan kurungan. “Kami masih pikirpikirmengenaivonishakim, kami akan sampaikan dulu ke atasan kami,” ujarJPUSinduusaisidang.

Senada, Amri, Penasihat Hukum Athiam juga masih pikirpikir menanggapi vonis tersebut. Athiam yang selama ini harus dirawat secara intensif karena mengidap penyakit kanker hati yang memaksakannya bolak- balik dibantarkan ke RS Bina Kasih, Sunggal terlihat cukup sehat dan tenang selama persidangan kendati harus dipapah usai sidang menuju sel tunggu sementara di PN Medan.

Sebelumnya, empat terdakwa kepemilikan sabusabu seberat 270 Kg yakni Daud alias Athiam, Ayau, Jimi Saputra bin Rusli, dan Lukmansyah bin Nasrul, divonis mati majelis hakim di ruang Cakra VII PN Medan, Rabu 22 Juni 2015 lalu.

Majelis Hakim PN Medan menilaikeempatkurirdalamsindikat peredaran narkotika kelas satu tersebut secara sah dan meyakinkanmelakukanpercobaanatau pemufakatanjahat, tanpahakatau melawan hukum, menawarkan untuk dijual, menjual atau membeli, menerima menjadi perantara dalamjualbelinarkotikagolongan satu, dalam bentuk bukan tanaman jenis sabu-sabu yang beratnya melebihilimagram.

syukri amal







Berita Lainnya...