Edisi 07-02-2017
Dokter ASN Didorong Sekolah Spesialis


SIMALUNGUN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Simalungun diharapkan segera mengatasi kekurangan dokter spesialis di sejumlahRSUD, dengan menugaskan dokter aparatur sipil negara (ASN) mengikuti pendidikan dokter spesialias.

Harapan itu disampaikan Ketua DPRD Simalungun, Johalim Purba, untuk menanggapi masih minimnya tenaga dokter spesialias di daerah itu. Meskipun pemerintah daerah telah melakukan berbagai upaya untuk mengatasinya, termasuk meminta penambahan dokter spesialias kepada pemerintah pusat, namun persoalan ini masih menjadi tantangan serius hingga kini.

Menurut dia, dokter ASN jangan dipersulit dengan aturan untuk mengikuti pendidikan spesialis, sehingga penambagan dokter spesialis bisa cepat direalisasikan pemerintah daerah. “Salah satu upaya yang harus dilakukan pemerintah daerah untuk mengatasi kekurangan dokter spesialis adalah dengan mendorongdokterASNyangmuda- muda untuk sekolah spesialis dengan biaya pemerintah pusat, pemerintahdaerah, bahkanbiaya sendiri dengan tugas izin belajar,” ujar Johalim kepada KORAN SINDO MEDAN, Senin (6/2).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, JM Purba yang ditemui belum lama ini mengakui jika pemerintah daerah sangat membutuhkan tambahan minimal 10 tenaga dokter spesialis anak, penyakit dalam, bedah dan kandunganuntuk ditempatkan di tiga rumah sakit umum daerah (RSUD), yakni Tuan Rondaihaim, Perdagangan dan Parapat. ”Setiap tahun diusulkan penambahannya ke Kementerian Kesehatan melalui Dinas Kesehatan Provinsi, namun belum ditanggapi sampai sekarang ini,” katanya.

ricky hutapea

Berita Lainnya...