Edisi 07-02-2017
Rem Blong, Tiga Truk Tabrakan Beruntun


MEDAN - Diduga karena rem blong, truk pengangkut keramik dan besi, menabrak dua mobil yang berada di depannya di Jalan Pertempuran, Kelurahan Pulo Brayan Kota, Kecamatan Medan Barat.

Tidak ada korban jiwa, namun para sopir truk mengalami luka-luka. Akibat peristiwa ini, arus laluintas dari dua arah di sepanjang jalan mengalami macet total, Senin (6/2). Truk mistsubishi fuso beropol BK 8630 KU yang dikemudikan Sujono, 46, warga Jalan Kayu Putih, Kecamatan Medan Labuhan ini menjadi perhatian warga karena dua truk di depanya yakni truk fuso nopol BK 9429 CW yang dikemudikan Edi Syahputra, 60, warga Tembung dan truk fuso BK 9597 BR yang dikemudikan Agus Salim, 42, warga Dusun Melur, Desa Benua Raja, Kecamatab Rantau, Kabupaten Aceh Tamiang ditabrak dari belakang.

Kecelakaan beruntun itu terjadi ketika truk mitsubishi Fuso BK 8630 KU yang mengangkut keramik, datang dari Jalan Cemara menuju Jalan Pertempuran, dengan kecepatan penuh. Ketika itu hendak menuruni jembatan layang, truk yang dikemudikan Sujono itu tidak dapat mengurangi laju kendaraanya.

Remnya blong, makanya menabrak kendaraan di depannya, kata Kasatlantas Polrestabes Medan, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Indra Warman. Kata Kasat Lantas, sopir truk sempat panik, begitu mengetahui remnya tak berfungsi, truknya dihantamkannya ke pagar pembatas jembatan di sebelah kanan, berharap dapat mengurangi kecepatan sekaligus menghindari benturan kendaraannya, namun usahanya gagal.

Dia (Sujono) berusaha agar tabrakan itu tidak terjadi sehingga sempat membenturkan truknya ke pembatas jalan, namun usahanya gagal, ujarnya. Akhirnya, sambung dia, truk bermuatan keramik dan besi itu menabrak truk fuso pengangkut galon air yang berada di depannya yang dikemudikan Edi Syahputa. Lalu, truk yang dikemudikan Edi Syahputa itu kemudian menabrak truk fuso pengangkut semen bernopol BK 9597 BR di depannya yang dikemudikan Agus Salim.

Sopir truk bernama Edi Syahputra, 60, yang mengangkut galon itu terjepit dan mengalami luka-luka dan patah di bagian kaki sebelah kiri. Tak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, tiga unit truk rusak. Sementara Sujono kita amankan untuk dimintai keterangan, sebutnya. Sopir truk Edi Syahputra warga Martubung kini menjalani perawatan di Rumah Sakit (RS) Martha Friska.

Dia mengaku syiok atas kejadian ini. Memang agak pelan saat turunan (jembatan layang) karena di depan macet, tiba tiba dari belakang keras sekali truk menabrak truk saya, kata dia. Beruntung, kendati sempat terjepit di kepala truk yang remuk, nyawanya masih tertolong. Hanya kakiku yang luka, kukira tadi parah sekali yang kualami, syukurlah lukanya gak begitu parah, ujarnya.

Sujono, sopir truk bermuatan Keramik dan Besi itu mengatakan, saat kejadian itu suasana di kawasan Jalan itu memang sedang macet. Sebab, pada sore hari biasanya kawasan itu menjadi langganan macet. Namun, tanpa disadarinya truk yang dikemudikannya tiba-tiba tak bisa dihentikan dan tak terkendali. Berkali-kali rem truknyaditekantetapitakberfungsi. Kurang lebih 150 meter sebelum tabrakan itu laju kendaraan yang saya kemudikan itu sudah saya hentikan.

Tetapi tak bisa berhenti, karenanya saya coba menabrak pembatas jalan untuk menghindari tabrakan, tetapi tak bisa juga, akhirnya menabrak truk yang ada di depanku, katanya. Atas kejadian ini warga sekitar maupun pengguna jalan lain langsung heboh, selain ruas arus lalu lintas di seputaran jembatan Brayan mengalami kemacetan. Petugas Satlantas Polrestabes Medan dan Polsek Medan Barat turun ke lokasi untuk menyelidiki insiden ini sekaligus mengurai kemacetan.

dody ferdiansyah/ frans marbun




Berita Lainnya...