Edisi 07-02-2017
Pengemudi Ugal-ugalan Coreng Wisata Religi


PASURUAN –Buntut kece-lakaan becak wisata yang menewaskan dua orang penumpangnya menjadi perhatian serius Pemkot Pasuruan.

Kecelakaan peziarah asal Sidoarjo ini telah mencoreng nama besar almarhum KH Abdul Hamid yang menjadi rangkaian wisata religi di Jatim. Kecelakaan becak ini dialami ibu dan anak, yakni Enis Farichah, 32, dan Risvan, 5, warga Desa Kedungmulyo, Kecamatan Candi, Kabupaten Sidoarjo, Sabtu malam. Saat baru berjalan sekitar 500 meter dari terminal wisata, becak wisata yang ditumpanginya terguling di Jalan Arjuno.

Nahas, saat bersamaan sebuah truk yang tengah melintas melindas korban hingga tewas di tempat kejadian. Wali Kota Pasuruan Setiyono mengungkapkan, kecelakaan becak wisata ini telah menimbulkan kesan buruk terhadap wisata religi yang saat ini tengah dikembangkan. Ulah pengemudi becak yang kerap ugal-ugalan semakin menambah citra jelek di kalangan peziarah yang terus berdatangan ke makam KH Abdul Hamid.

“Keselamatan penumpang harus diutamakan. Jangan hanya karena mengejar setoran, pengemudi becak harus ngebut di jalanan. Ini akan menjadikan kesan yang jelek di mata peziarah,” kata Wali Kota Setiyono usai inspeksi mendadak (sidak) di pangkalan becak wisata. Menurut Setiyono, penyebab para pengemudi becak ugal-ugalan di jalan ini karena mereka berupaya mengejar nomor antrean di pangkalannya. Seusai mengantar peziarah di kompleks pemakaman Masjid Jami Al Anwar, mereka harus kembali ke pangkalannya di Terminal Wisata.

“Saya minta agar pangkalan becak di terminal dan alun-alun tidak membedakan asalnya dari mana. Setiap becak wisata bisa antre di terminal atau alun-alun sesuai urutannya. Jadi, pengemudi becak tidak terburu-buru kembali ke pangkalan asalnya,” tandas Wali Kota Setiyono. Kabid Lalu Lintas Dinas Perhubungan Kota Pasuruan A Wahid menyatakan, jumlah pengemudi becak di pangkalan terminal wisata mencapai 132 orang, sedangkan di pangkalan alun-alun mencapai 94 orang.

Selama ini pihaknya sudah menyosialisasikan agar pengemudi becak wisata tertib berlalu lintas. “Pengawasan dan penertiban pengemudi becak wisata kami lakukan secara berkala. Keamanan penumpang selama berada di jalanan harus tetap diutamakan,” kata Wahid.

Arie yoenianto

Berita Lainnya...