Edisi 07-02-2017
Server SNMPTN Sempat Jebol


SURABAYA– Proses pengisian Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) sebagai tahap awal dalam proses Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) terganggu. Pasalnya, server sempat down karena banyak entry data dalam waktu bersamaan.

Peristiwa server jebol ini terjadi saat hari terakhir pada 5 Februari kemarin. Panitia SNMPTN menetapkan proses entry data pada PDSS dilakukan pada 2 hingga 5 Februari. Karena itu, pada hari terakhir, sekolah yang ingin memasukkan siswanya pada jalur SNMPTN berbondong-bondong melakukan entry data. Operator SMKN 5 Surabaya Danang Kurniawan mengatakan, pada 5 Februari malam, pihaknya kesulitan memasukkan data hingga terpaksa lembur.

“Kami masih melakukan pengisian nilai rapor 6 semester. Pengisian ini memakan waktu lebih lamaakibat server yangsempat down tersebut,” katanya, kemarin. Dia menjelaskan, PDSS merupakan sistem informasi penyimpanan data nilai rapor siswa dalam pendaftaran SNMPTN. Pengisian PDSS ini dilakukan seluruh siswa yang hendak mengikuti SNMPTN 2017. Padahal pihaknya sudah mulai memasukkan identitas 533 siswanya sejak Januari lalu, kemudian awal Februari dilanjutkan dengan pengisian rapor siswa.

“Tapi saya baru bisa mengisi pada pukul 11 malam hingga sekitar pukul 1 dini hari,” katanya. Padahal untuk melakukan entry data itu, Danang tidak sendiri. Dia dibantu dua rekannya dari petugas teknologi informasi (TI) sekolah. Hal ini dilakukan mempercepat entry data agar bisa mengejar batas waktu yang diberikan. Tak hanya itu, juga memasukkan nilai rapor yang sebelumnya harus dikonversi dari Kurikulum 2013. Dia mengatakan, untuk pengisian nilai siswa SMK dari semester 1 hingga 6 masih ada waktu hingga 10 Februari 2017.

Namun, dia menargetkan pengisian nilai ini bisa lebih cepat dari batas waktu yang diberikan. Target lebih cepat ini karena dikhawatirkan saat mendekati batas waktu akan terjadi kendala pada server. Danang menyebutkan, tantangan dalam pengisian nilai ini lebih besar karena lebih bervariasi. Sebab pengisian dilakukan pada tiap jurusan yang beda pelajaran. “Kami tetap menargetkan bisa cepat selesai. Jika tidak, kami khawatir nanti servernya bisa down lagi,” katanya.

Wakil Kepala SMAN 1 Surabaya Ari Suprapto mengatakan, gangguan server memang sering terjadipada saatmendekatibatas akhir. Ini berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya. Karena itu, pihaknya berusaha mempercepat entry data. Bahkan pada 23 Januari lalu sudah selesai, kemudian verifikasi yang dilakukan siswa juga sudah selesai pada 31 Januari 2017.

“Website SNMPTN memang sering mengalami gangguan. Apalagi saat mulai banyak sekolah memasukkan data atau siswa yang membuka laman untuk verifikasi data,” katanya.

Lutfi yuhandi










Berita Lainnya...