Edisi 07-02-2017
Dibuka Maret, Truk-Bus Belum Bisa Lewat


SALATIGA –PT Trans Marga Jateng (TMJ) akan mengoperasionalkan jalan tol Semarang-Solo seksi III Bawen - Salatiga pada Maret nanti.

Hanya, jalan bebas hambatan se - panjang 17,6 km tersebut se - mentara waktu dibuka untuk kendaraan kecil. Kendaraan besar seperti truk dan bus belum bisa me - lintasi tol Bawen-Salatiga karena akses jalan setelah exit tol Tingkir menuju jalur utama Semarang-Solo, yakni ja lan Salatiga-Suruh, Kabu paten Semarang belum me ma dai. Luas jalan jalan Sala tiga- Suruh hanya enam meter dan tidak laik untuk ken da raan besar. Direktur Operasi dan Tek - nik PT TMJ Ali Zainal Ari fin menjelaskan, kondisi jalan exit tol Tingkir tidak me - mungkinkan untuk dilewati ken daraan besar seperti bus dan truk.

Maka dari itu, operasional jalan tol Bawen-Sa - latiga hanya untuk kendaraan kecil. “Kalau pintu tol-nya bisa dilewati kendaraan besar, namun akses jalan exit tol-nya yang tidak memungkinkan. Jadi hanya kendaraan pribadi yang bisa melintasi ruas tol Bawen-Salatiga. Kami mo hon maaf, truk dan bus belum bisa masuk tol tersebut,” katanya kemarin. Dia menjelaskan, jalan tol Bawen-Salatiga baru bisa dilewati kendaraan besar apabila akses jalan exit tol sudah dilebarkan sesuai standar jalan na - sional.

Sedangkan pihak yang berwenang untuk mela kukan pelabaranjalanSala tiga-Su ruh, Kabupaten Sema rang ada lah Pemerintah Provinsi Ja wa Tengah (Pemprov Jateng). “Kondisi ini sama dengan exit tolUngaran. Nantinya ak ses exit tol tersebut akan dilebarkan atau tidak tergantung Pemprov Jateng,” ujarnya. Menurut dia, pihaknya telah menyerahkan desain pelebaran jalan akses exit tol kepada Pem - prov Jateng. Hanya, keputusan ada pada Pemprov Jateng.

“Kami masih menunggu informasi lebih lanjut dari pemerintah. Kami hanya selaku operator tidak bisa memaksakan diri,” tukasnya. Disinggung mengenai kesiapan uji kelayakan dan operasional jalan tol Bawen-Salatiga, Ali menjelaskan, sejauh ini ma - sih dilakukan pemasangan sa - rana dan prasarana jalan seperti rambu-rambu lalu lintas dan lampu penerangan jalan umum. "Sebagian besar sudah terpa - sang. Mengenai besaran tarif, masih dalam pembahasan dan menunggu hasil uji kelayakan jalan tersebut," tandasnya.

Sementara itu, pakar transportasi Unika Soegijapranata Semarang Djoko Setijowarno menyatakan, untuk sementara waktu operasional jalan tol Ba - wen-Salatiga memang harus dibatasi. Jika semua jenis ken - daraan diperbolehkan melintasi jalan tersebut, maka akan menimpulkan kemacetan di exit tol Tingkir mengingat kondisi akses jalan exit tol tersebut tidak memadai untuk dilewati kendaraan besar seperti truk dan bus.

“Apabila truk dan bus diperbolehkan melintasi jalan tol itu, maka dapat menimbulkan kemacetan luar biasa di sekitar exit tol Tingkir. Agar bisa dilalui kendaraan besar, paling tidak ruas jalan dijalur exit tol empat lajur. Tiap lajur lebarnya antara 3,5 hingga 3,75 meter,” te - rangnya. Dia mengungkapkan, untuk pelebaran jalan exit tol Tingkir membutuhkan anggaran yang cukup besar. Karena itu, Pem - prov Jateng bisa mulai me - nyisihkan anggaran dan membuat perencanaan yang matang un tuk pelebaran jalan tersebut.

“Sebaiknya, Pemprov Jateng membuat desainnya dulu. Se - telah clear baru dialokasikan anggarannya untuk pembebasan lahan dan pembangunan jalan. Setidaknya butuh waktu minimal dua tahun untuk merealisasikannya,” ucapnya. Terpisah Kepala Dinas Pe - kerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Salatiga Agung Hindratmiko mengatakan, pembangunan akses jalan exit tol Tingkir diestimasikan membutuhkan lahan seluas sekitar 26.000 meterpersegi. Kebutuh - an lahan ini dihitung berda sar - kan panjang dan lebar jalan yang akan dibangun.

“Berdasar kan perencanaan, panjang jalanexit tol Tingkir mencapai 2 km. Adapun lebar nya 21 meter. Dan jalan akses exit tol harus sesuai dengan kon struksi jalan nasional,” ka tanya. Disinggung mengenai be - saran anggaran yang dibutuh - kan untuk pembebasan lahan akses jalan exit tol Tingkir, Agung menyatakan, belum bisa menyebutkan nilai nominal pastinya. Dia hanya memperkirakan, anggaranya mencapai puluhan miliar. “Jika harga ta - nah yang terkena pembangun - an akses jalan exit tol diestimasikan Rp1 juta per meterpersegi saja, anggaran yang dibutuhkan mencapai Rp26 miliar,” tandasnya.

Kepala Bappeda Kota Sala - tiga Tedjo Supriyanto menga - takan, pembebasan lahan hingga pembangunan konstruksi ja - lan akses menuju exit akan di - tangani oleh pemerintah pusat. Meski demikian, Pemkot Sala - tiga memiliki kewajiban menyediakan lahan. “Kami berharap pembebasan lahan hingga pembangunan jalan nantinya bisa berjalan lancar. Sehingga pembangunan bisa cepat selesai dan dioperasionalkan dengan optimal,” ucapnya.

Angga rosa

Berita Lainnya...