Edisi 07-02-2017
Digaruk Satpol PP, Siswa Menangis di Depan Orang Tua


REMBANG– Petugas Polisi Pamong Praja (Pol PP) Kabupaten Rembang mengangkut sejumlah siswa yang ditengarai membolos sekolah.

Mereka kedapatan sedang berada di warung kopi pada jam kegiatan belajar mengajar (KBM) berlangsung. Mereka diangkutdari salahsatuwarungkopi yang berada di Desa Pandean, Kecamatan Rembang Kota, sekitar pukul 10.00 WIB. Kemudian mereka dibawa kekantor Satuan Pol PP untuk dibina. Kepala Seksi Penegakan Perda Satpol PP Rembang, Nur Wanto menuturkan, petugas saat itu sedang melakukan patroli rutin pagi hari. Ketika mendapati sejumlah siswa yang berada di warung kopi pada jam sekolah, maka petugas pun menghampiri mereka.

“Ada lima siswa yang kami bina. Awalnya saat petugas datang ada sejumlah belasan siswa nongkrong, tapi mereka kabur,” katanya, kemarin. Dari kelima siswa yang dirazia masing-masing berasal dari MAN Rembang, MAK Sulang, dan SMAN 1 Sulang. Rata- rata mereka masih duduk di kelas satu tingkat menengah atas. Alasan membolos sekolah karena terlambat masuk sekolah sehingga mereka memilih pergi ke warung kopi daripada kena sanksi dari sekolah.

“Setelah kami arahkan ke kantor Satpol PP, mereka kami bina. Kami suruh masing-masing dari mereka membacakan Pancasila serta menyanyikan lagu Indonesia Raya disertai hormat kepada Bendera Merah Putih,” kata Nur Wanto. Selain itu, sebagai efek jera bagi pelaku, ketika dijemput oleh orang tuanya masing-masing mereka diarahkan meminta maaf serta mencium kaki orang tuanya.

“Ketika kami suruh meminta maaf sembari mencium kaki orang tua mereka, rata-rata mereka menangis. Semoga ini jadi efek jera bagi mereka dan tidak diulangi lagi,” katanya.

AS



Berita Lainnya...