Edisi 07-02-2017
Investasi Pasar Modal di Jateng Utara Naik


SEMARANG –Investasi pasar modal di wilayah Jateng bagian utara mengalami peningkatan selama 2016.

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat kenaikan jumlah investor yang mena namkan uang di pasar modal sebesar 26% dibanding tahun sebelumnya. Pelaksana Harian Kepala Kantor Perwakil - an PT Bursa Efek Indonesia Se - marang FannyRifqi El Fuda me - ngatakan, ter dapat sejumlah faktor pendo rong penin g kat - an investasi pa sar modal yang cukup signi fikan tersebut. Salah satunya kondisi pasar pada 2016 yang lebih baik di - banding tahun sebelumnya.

“Tahun lalu (2016) indeks har - ga saham gabungan (IHSG) men capai 15,3%. Padahal pada 2015 IHSG justru turun 13%,” ucapnya. Adapun jumlah in - ves tor perorangan di 12 kabu - pa ten/kota di Jateng Utara pada 2016 mencapai 25.753 orang. Jum lah itu naik dari tahun sebe lumnya yang men - ca pai 20.417 orang. “Jumlah investor sa ham, obligasi, serta reksadana naik 26%,” katanya. Menurut Fanny, kenaikan tertinggi investor pasar modal terjadi di Jepara dari 436 in - vestor pada 2015 naik menjadi 707 investor.

“Untuk Kota Se - marang naik 21%, yakni dari 14.631 orang menjadi 12.064 orang,” ujarnya. Adapun sektor yang paling diminati investor untuk me - nanamkan uangnya yakni ke - uangan. Dia menjelaskan sek - tor keuangan yang terdiri atas perbankan cukup mendo mi - nasi penjualan saham. “Sektor perbankan memberikan keuntungan yang signifikan,” kata - nya. Sektor lain yang juga di - minati yakni infrastruktur dan konstruksi. Adapun berda - sarkan latar belakang para in - vestor yang menanamkan mo - dal, anak muda pada rentang usia 20-30 tahun cukup men - dominasi. “Dominasi investor dengan latar belakang maha - siswa,” ucapnya.

Hal tersebut tidak lepas dari keberadaan galeri inves - tasi BEI di kampus-kampus. Hingga saat ini BEI sudah memiliki galeri investasi di 11 perguruan tinggi di wilayah Jateng Utara. Kepala Badan Penanaman Modal Daerah Prasetyo Ari - bowo menilai potensi investasi di Jateng sangat menjanjikan.

“Namun sayangnya, masih ba - nyak potensi penanaman mo - dal dalam negeri yang belum di - lakukan catatan resmi,” ucap - nya. Menurutnya, penca tatan lebih lengkap dan detail akan mengungkapkan potensi in - ves tasidiJatengdantidakkalah dibandingkan provinsi lain.

Hendrati hapsari








Berita Lainnya...