Edisi 07-02-2017
Kenali Jenisnya, tapi Jauhi Barangnya


Angka prevalensi pengguna narkoba di wilayah Jateng mencapai 1,96% atau 500 jiwa dari total jumlah penduduk yang ada.

Secara nasional, prevalensi pengguna narkoba untuk rentang usia 10-59 tahun mencapai 2,2% dan diperkirakan sebanyak 40- 50 orang di Indonesia meninggal karena penyalahgunaan narkoba. Dari angka-angka yang mengkhawatirkan tersebut, butuh upaya keras dari berbagai pihak untuk memerangi peredaran narkoba, baik dari segala elemen masyarakat maupun pihak terkait seperti Badan Narkotika Nasional (BNN).

Terkait masalah itu, BNNP Jateng menggelar sosialisasi Program Pencegahan, Pembe - rantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN) dan membidik kawasan yang dijadikan area car free day (CFD) di Jalan Pahlawan Semarang, Minggu (5/2). “Area CFD sengaja dipilih karena memang menjadi tempat kumpul anak-anak muda hingga keluarga. Harapannya, melalui sosialisasi di sini, anakanak muda bisa tahu tentang bahaya narkoba sehingga menjauhinya. Sementara untuk para orang tua, mereka bisa ikut memantau anak dan keluarga mereka dari bahaya jeratan narkoba yang selalu mengintai,” kata Kasi Pemberdayaan Masyarakat BNNP Jateng Jamaluddin Maaruf di sela-sela sosialisasi.

Dia menyebutkan, jumlah pengguna dan penyalahgunaan narkoba diperkirakan terus bertambah. Karena itu, pihaknya beserta bantuan masyarakat perlu melakukan tindakan yang nyata. “Tidak hanya pemberantasan, juga tindak pencegahan. Kami terus berupaya mengedukasi masyarakat tentang bahaya narkoba. Sosialisasi selama ini tidak hanya lewat brosur atau pamflet, kami juga aktif melalukan seminar hingga penyuluhan kepada masyarakat,” paparnya. Josep Ari, salah seorang pengunjung area CFD mengaku, senang dengan adanya sosialisasi yang diberikan oleh BNNP Jateng tersebut.

Melalui gambar hingga maket beragam bentuk jenis narkoba, masyarakat dapat mengenali macam-macam barang haram tersebut. “Kalau bahaya narkoba ya sudah tahu, tapi selama ini informasi itu baru setengahsetengah yang saya ketahui. Bahkan bentuk-bentuk jenis narkoba saya belum mengetahui. Dari sosialisasi ini, saya baru tahu bentuk sabu-sabu itu ternyata seperti ini dan daun ganja ternyata seperti ini,” katanya.

Senada, Ratih Indrianti, salah seorang ibu rumah tangga yang kebetulan mampir di stan BNNP Jateng juga mengapresiasi kegiatan sosialisasi yang disampaikan saat CFD. “Orang tua memang wajib mengambil peran untuk menjaga anak-anak mereka dari bahaya narkoba. Dengan sosialisasi ini, saya jadi tahu bahaya narkoba itu seperti apa, bentuk-bentuknya juga seperti apa,” ucapnya.

Susilo Himawan
Kota Semarang

Berita Lainnya...