Edisi 07-02-2017
Ketua RT Terancam Dipidanakan Pemilik Tanah


SEMARANG– Ketua RT 2/6 Kelurahan Sambiroto, Kecamatan Genuk Kota Semarang Darko terancam dipidanakan karena membangun fasilitas umum berupa gedung posyandu di atas tanah yang diklaim milik salah seorang warga, Stefanus Hardjadinata.

Laporan tersebut akan dilayangkan kepada kepolisian oleh kuasa hokum Stefanus dari Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Aliansi Tajam, Gandung Sardjito. Hal itu dilakukan karena Darko dan warga tidak mengindahkan surat somasi yang telah dilayangkan akhir Januari lalu. “Kami sudah melayangkan somasi kepada ketua RT 2/6 tentang pembangunan gedung posyandu di atas tanah klien kami. Namun karena sampai sekarang tidak ada itikad baik, kami akan segera bawa kasus ini ke ranah hukum,” kata dia kemarin.

Selain ketua RT, beberapa warga di lokasi itu juga akan dilaporkan, baik pidana maupun perdata. Sebab, warga tetap melanjutkan pembangunan gedung posyandu di lokasi itu. ”Padahal mereka tidak punya hak untuk mendirikan bangunan di sana, sebab tanah itu sah milik klien kami,” ujar Gandung. Menurut Gandung, kliennya bernama Stefanus Hardjadinata membeli tanah tersebut dari mantan pegawai Korpri Kota Madya Tingkat II Semarang (sekarang Kota Semarang) tahun 2008.

Tanah tersebut awalnya tanah bengkok Korpri yang telah diberikan oleh Yayasan Sapta Prasetya Korpri kepada Endang. Ibunda Stefanus, Sandra Tedjosugondo mengatakan, sebenarnya Ketua RT2/6 Sambiroto sudah mengetahui tanah itu adalah milik anaknya. Sebab, dia sebelumnya pernah membuat surat pernyataan bahwa tanah itu bukan fasum. ”Tapi kenapa sekarang dia tidak mengakui dan menyatakan tanah itu fasum. Saya ada bukti surat pernyataan yang ditan-datanganinya,” ujarnya.

Lurah Sambiroto, Purwoko saat dikonfirmasi membenarkan jika di lokasinya terdapat permasalahan sengketa tanah antara warga dan orang yang mengklaim memiliki tanah itu.

Andika prabowo




Berita Lainnya...