Edisi 07-02-2017
Nelayan Harus Ubah Pola Kerja


SEMARANG –Tingginya har ga ikanlautakibat cuacaburukyang terjadi setiap tahun se benarnya dapat diatasi.

Salah satu solusi terbaik untuk men gatasi kondisi itu adalah me rubah pola kerja nelayan, dari semula nelayan tangkap men jadi nelayan budi daya. Pakar Kelautan Univer - sitas Di ponegoro, Denny Nug - roho me ngatakanpola kerja ne - la yanyanghanyamengandalkan dari menangkap ikan di laut harus diubah. “Kalau terus seperti itu, ma ka setiap cuaca buruk sudah di pas - tikanhargaikanlautnaikdra s tis.” “Karena memang nela yan hanya mengandalkan dari hasil tangkapan di laut, yang sa ngat tergantung pada cuaca dan kondisi laut,” kata dia, ke - marin.

Namun sampai saat ini, lanjut Denny, aktivitas nelayan budi daya di Indonesia masih sangat minim. Tidak lebih dari 30% dari seluruh nelayan di Indonesia yang menekuni budidaya. “Mayoritas mengandalkan dari hasil tangkapan di laut. Sebab mereka berpikir itu lebih praktis karena tidak mem - butuhkan banyak biaya,” ujar - nya.Kegiatan budi daya, kata Denny, sebenarnya sebuah solusi kongkret untuk meng - atasi cuaca buruk laut In - donesia. Selain tetap mencari ikan di laut, budi daya harus digalakkan agar harga ikan laut tetap stabil meski cuaca buruk.

Menurut Denny, peme - rintah sudah gencar me lak u - kan upaya perubahan pola nelayan Indonesia. Namun untuk kesiapan sumber daya manusianya yang masih belum mendukung. “Nelayan banyak yang berpikir praktis, tidak perlu repot budi daya tinggal ambil di laut. Memang sulit me - rubah paradigma itu, namun peme rintah harus terus me - lakukan sosialisasi agar per - masalahan kenaikan ikan laut saat cuaca buruk dapat di - atasi,” katanya.

Ketua paguyuban Nelayan Forum Mina Agung Sejahtera Jawa Tengah, Sugeng Triyanto mengatakan, permasalahan cuaca buruk memang selalu menjadi momok bagi nelayan. Sebab, akibat cuaca buruk, nelayan tidak dapat bekerja. “Harga ikan naik seperti ini, sebenarnya nelayan juga me - nangis. Sebab, mereka tidak bisa menikmati kenaikan har - ga karena memang tidak bisa melaut,” kata dia. Sementara saat cuaca mem - baik, harga ikan langsung tu - run drastis. Hal itu sangat dirasakan bagi nelayan karena tidak pernah menjadi sejah - tera.

“Seharusnya ada upaya pe - merintah untuk mengen - dalikan harga ikan agar tetap stabil dan terkendali, tidak tergantung cuaca,” katanya. Disinggung upaya perubah - an pola kerja nelayan dari ne - layan tangkap menjadi budi daya, Sugeng sangat mendu - kung hal itu. Namun sampai saat ini, pihaknya mengaku belum ada tindakan kongkret pemerintah dalam mengubah pola kerja nelayan. “Sebenarnya kami juga mengharapkan ada dukungan dari pemerintah di sektor budi daya. Namun sampai sekarang belum ada tindakan kongkret untuk mewujudkan hal itu,” katanya.

Sugeng mengatakan nela - yan tentu akan mendukung pe - rubahan pola kerja itu jika pe - merintah serius. Sebab, tidak adanya nelayan yang mene - kuni budi daya karena membu - tuhkan biaya besar. “Kalau didukung penuh dan difasilitasi, kami tentu akan senang sekali,” tandasnya.

Sebelumnya diberitakan, harga komoditas laut naik dua kali lipat akhir-akhir ini. Hal itu disebabkan karena stok ikan menipis akibat nelayan yang tidak dapat melau karen cuaca buruk. Kenaikan harga terjadi pada semua komoditas laut. Masya - rakat terpaksa beralih me - ngon sumsi ikan tawar atau menunda mengonsumsi ikan laut karena kenaikan harga itu.

Andika prabowo




Berita Lainnya...