Edisi 07-02-2017
Tak Boleh Lagi Ada Tempat Hiburan Baru


SUKOHARJO– Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo menghentikan sementara (moratorium) seluruh proses pengajuan perizinan tempat hiburan baru. Moratorium berlaku sejak 1 Januari 2017 hingga akhir 2018.

“Kebijakan moratorium perizinan tempat hiburan ini sebagai upaya Pemkab Sukoharjo untuk mengendalikan tempat hiburan,” kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Kabupaten Sukoharjo Agustinus Setiyono kemarin. Menurut Agus, pemerintah perlu mengontrol tempat hiburan sehingga keberadaannya tidak menjamur dan terkendali. Terlebih, saat ini Pemkab berusaha memindahkan semua tempat hiburan di kawasan Solo Baru, Kecamatan Grogol.

Moratorium tempat hiburan berbeda dengan penghentian sementara izin toko modern. Sebab, tempat hiburan yang sudah ada tetap bisa memperpanjang izin karena moratorium hanya berlaku untuk izin pembukaan tempat hiburan baru. Sementara moratorium izin toko modern berlaku untuk semua perizinan sehingga izin yang sudah habis tidak bisa diajukan perpanjangan. Terkait kebijakan baru tersebut, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu sudah menggelar sosialisasi kepada pengusaha tempat hiburan baru.

Sosialisasi dilakukan agar para pelaku usaha tidak kaget dan bisa mengerti tentang kebijakan moratorium tersebut. Moratorium juga dimaksudkan untuk mengendalikan persaingan yang tidak sehat antarpengusaha. ”Saat ini tempat hiburan seperti karaoke sudah cukup banyak di Solo Baru sehingga izin baru dimoratorium,” ujarnya. Ditanya tentang ada tidaknya izin baru yang masuk, Agus mengaku, sampai saat ini sudah ada pengajuan izin untuk pendirian tempat hiburan baru. Hanya, karena ada moratorium tersebut pihaknya lantas memberikan pengertian kepada pengusaha yang mengajukan.

Agusmengakubisamengertidenganadanya kebijakantersebut. Bagi pengusaha tempat hiburan masih ada kesempatan mengajukan izin setelah moratorium selesai atau pada 2019. Terpisah, Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengatakan, selama ini tempat hiburan di Sukoharjo dipusatkan di Solo Baru, Grogol. Bupati menilai, diperlukan adanya penataan agar keberadaan tempat hiburan tidak menjamur. Dengan kata lain, tempat hiburan tidak boleh melebihi kapasitas. ”Kalau saya melihat kondisi saat ini, tempat karaoke tidak boleh lebih banyak lagi,” ujarnya.

Wardoyo mengaku sudah mengetahui pola investasi di Sukoharjo. Selama ini, peminat investasi di wilayahnya sangat melimpah. Untuk itu, investasi di sektor hiburan harus ditata dan dibatasi. Jika tempat hiburan melebihi kapasitas, dikhawatirkan bisa menimbulkan persaingan yang tidak sehat. “Moratorium kan ada jangka waktunya. Nanti akan dikaji kembali moratorium perlu diperpanjang atau dihentikan pada akhir 2018,” katanya.

Sumarno


Berita Lainnya...