Edisi 07-02-2017
Tersinggung, Sigit Bantai Bekas Mertua


SEMARANG – Hanya garagara sakit hati disebut tak punya otak, Sigit Prasetyo, 35, warga Desa Ngreco, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang kalap.

Diamenganiayabekas mertuanya, Totok Suradi, 57, warga Kampung Delikrejo, RT 02/RW 11, Kelurahan Tandang, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang hingga tewas. Aksi pembunuhan tersebut terjadi di Pasar Jatingaleh, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Sigit yang sudah kalap dan gelap mata secara membabi buta membacoki bekas mertuanya itu dengan parang hingga tewas di tempat kejadian sekitar pukul 09.00 WIB, kemarin. Korban yang biasa berjualan kelapa tewas dengan sekujur tubuh penuh luka bacok.

Kepala korban mengalami luka paling parah setelah berkalikali dibacok. Pelaku membacokkorbandenganparangsendiri hingga rusak. Tidak puas, pelaku mengambil parang milik korban dan membacoki sampai tewas. Pelaku ditangkap Bripka Winarto, petugas Babinkamtibmas Polsek Banyumanik ketika sedang berkeliling di dekat tempat kejadian perkara (TKP). Pelaku pun digelandang ke Polsek Banyumanik. Ikut diamankan dua bilah parang yang digu-nakan pelaku untuk membunuh korban. Kapolsek Banyumanik Kompol Retno Yuli mengungkapkan, korban sempat dibawa ke rumah sakit dalam keadaan kritis. Namun, di tengah perjalanan meninggal dunia karena lukanya cukup parah.

”Kepalanya paling banyak luka (dibacok) hingga kehabisan darah. Korban ini sempat lari, tapi dikejar pelaku dan terus dibacoki,” katanya. Kepada penyidik, Sigit mengakukalapdanmenghabisi bekas mertuanya itu karena sakit hati dan dendam. Penyebabnya, korban pada Minggu (5/2) mengirim pesan singkat yang menyebutnya tidak punya otak karena tidak pernah menafkahi dua anaknya.

Eka setiawan


Berita Lainnya...