Edisi 07-02-2017
Warga Sumingkir Desak Pencopotan Kades


SLAWI – Puluhan warga Desa Sumingkir, Kecamatan Kedung banteng, Kabupaten Tegal, menggeruduk Balai Desa kemarin.

Mereka menuntut pencopotan kepala desa (kades) karena dinilai telah menyelewengkan keuangan desa. Warga yang mengatasnamakan Forum Masyarakat Peduli Desa Sumingkir mendatangi Balai Desa sekitar pukul 09.00 WIB kemudian berorasi menggunakan pengeras suara mengecam Kades Sumingkir Edi Yanto. Mereka menuding Edi melakukan sejumlah penyimpangan dan tidak transparan dalam pengelolaan keuangan desa sehingga harus diberhentikan dari jabatannya.

Koordinator warga Khudori mengatakan, unjuk rasa warga merupakan akumulasi kekecewaan terhadap penyimpangan yang dilakukan Edi sejak menjabat sebagai kades pada 2013. “Kami minta Bupati Enthus Susmono memberhentikan Kepala Desa Edi Yanto,” katanya. Menurut Khudori, sejumlah penyimpangan yang dilakukan antara lain terkait keberadaan tanah kas desa milik sekretaris desa dan dua perangkat desa. Tanah tersebut oleh Edi disewakan kepada pihak lain, tapi tidak ada laporan keuangannya.

“Kades juga pernah menarik pungutan sebesar Rp32.000 kepada 300 KK (kepala keluarga) untuk rehabilitasi rumah tidak layak huni. Namun, sampai sekarang tidak ada realisasinya sama sekali,” katanya. Khudori melanjutkan, tidak transparannya pemerintahan desa di bawah kepemimpinan Edi juga ditunjukkan dengan tidak dilibatkannya RT/RW dalam pelaksanaan proyek pembangunan desa. Program Kartu Tani juga tidak pernah disosialisasikan kepada warga.

Setelah menggelar orasi, sejumlah perwakilan warga kemudian ditemui Camat Kedungbanteng Imam Masykuri yang datang ke Balai Desa bersama Kapolsek Kedungbanteng untuk menenangkan warga. Imam berjanji menyampaikan tuntutan warga ke Bupati Tegal Enthus Susmono. “Hari ini akan langsung saya tindak lanjuti ke pemkab. Tidak perluwaktulama. Saya akantemui bupati bersama warga untuk menyampaikanapayangmenjadi keinginanwarga,” katanya.

Sementara Kades Sumingkir Edi Yanto membantah telah melakukan penyimpangan dan tidak transparan dalam menjalankan pemerintahan, seperti diungkapkan warga. “Kita siap menghadapi dan menjelaskan. Soal tanah bengkok, ada faktanya semua, ada berita acaranya semua. Soal keuangan, saya tidak menyelewengkan. Transparan semua,” katanya kemarin.

Farid firdaus



Berita Lainnya...