Edisi 07-02-2017
Distribusi Raskin Molor, Warga Resah


INDRAMAYU – Warga miskin di Kabupaten mempertanyakan penyaluran program beras rakyat miskin (raskin) 2017. Pasalnya, hingga Februari ini, warga miskin di Kabupaten Indramayu tak kunjung menerima raskin yang menjadi hak mereka.

Kondisi tersebut membuat mereka resah. “Belum ada kabar, baik dari ketua RT ataupun pamong desa soal pengguliran raskin,” ungkap Dasinih, 48, warga miskin asal Desa Sudimampir, Kecamatan Balongan, Kabupaten Indramayu, kemarin. Meski jumlahnya sedikit, namun raskin diakui Daningsih sangat meringankan bebannya untuk memenuhi kebutuhan pangan keluarganya.

Dia dan warga miskin lainnya pun berharap, raskin bisa secepatnya disalurkan. Ketua RT 14, Kelurahan Karangmalang, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu Jaharudin mengatakan, aparatur RT belum mengetahui penyebab molornya penyaluran raskin. Padahal, kata dia, warga penerima banyak yang mempertanyakan penyaluran raskin. “Kami masih menunggu perkembangan soal raskin tahun ini. Mudahmudahan bisa secepatnya,” katanya.

Kabid Pemberdayaan Sosial Dinas Sosial Kabupaten Indramayu Edy Santoso menerangkan, keterlambatan penyaluran raskin tak hanya terjadi di Kabupaten Indramayu, namun juga di daerah lainnya di Indonesia. “Kami masih menunggu petunjuk teknis dari Kementerian Sosial,” ungkapnya. Menurut Edy, kondisi itu terjadi akibat adanya rencana perubahan data keluarga penerima manfaat tahun ini dibandingkan tahun lalu. Namun, hingga kini, belum ada kepastian mengenai jumlah keluarga penerima manfaat tersebut.

Pada 2016 lalu, lanjut Edy, jumlah penerima raskin di Kabupaten Indramayu mencapai 174.002 rumah tangga sasaran penerima manfaat (RTSPM). Setiap RTSPM berhak menerima raskin 15 kg. Tak hanya mengenai perubahan jumlah penerima manfaat, molornya penyaluran raskin juga disebabkan adanya perubahan susunan organisasi dan tata kerja (SOTK) pada awal Januari 2017 lalu. Perubahan itu menyebabkan kewenangan raskin yang semula berada di Bagian Perekonomian Pemkab Indramayu dialihkan ke Dinas Sosial.

Sementara itu, Kepala Bulog Sub Divre Indramayu Asep Buhori menyebutkan, pihaknya memiliki stok beras yang berlimpah untuk memenuhi kebutuhan raskin di Kabupaten Indramayu. Adapun alokasi raskin untuk memenuhi kebutuhan di Kabupaten Indramayu mencapai 2.610 ton per bulan. ”Saat ini tinggal menunggu petunjuk dari Kementerian Sosial,” ujarnya.

Tomi indra

Berita Lainnya...