Edisi 07-02-2017
Kapolda Imbau Tak Ada Pengerahan Massa


BANDUNG – Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan mengimbau tak ada pengerahan massa dalam pemanggilan Rizieq Sihab ke Mapolda Jabar hari ini.

Hal itu ditegaskan Anton Charliyan kepada wartawan di Cirebon kemarin. Dia mengungkapkan, pemanggilan Ketua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq bersifat biasa. Karena itu, dia meminta tak ada pengerahan massa karena berpotensi menimbulkan gangguan ketertiban. “Tidak usah bawa massa karena dengan memobilisasi massa akan menimbulkan gangguan ketertiban, salah satunya jalan jadi macet,” katanya.

Menurut dia, gangguan berpotensi lebih besar mengingat pengerahan massa dapat menimbulkan reaksi yang memicu kerawanan sosial. Dia menegaskan, pemanggilan terhadap Rizieq murni sebagai individu, bukan atas kelompok tertentu. Karena itu, sebagai warga negara yang baik, dia mengingatkan Rizieq untuk datang memenuhi panggilan kapasitasnya sebagai tersangka dalam kasus dugaan penistaan Pancasila dan pencemaran nama baik.

“Sebagai warga negara yang baik, datang saja. Ini kan yang dipanggil individu,” tegasnya. Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Jabar Kombes Pol Yusri Yunus menambahkan, Rizieq diharap kooperatif dan memercayakannya pada profesionalisme penyidik. Dia selayaknya datang bersama pengacara, bukannya massa. “Silakan kalau mau bawa massa karena ini negara hukum, tetapi patuhi Undang undang No 9 Tahun 2008 tentang Penyampaian Pendapat di Muka Umum,” paparnya.

Sebagaimana regulasi itu, lanjutnya, sebelum pengerahan massa minimal tiga hari sebelumnya harus melapor kepada pihak berwajib. Hal itu ditegaskannya merupakan bentuk ketaatan hukum warga negara. Pengerahan massa tanpa izin dipastikan akan dibubarkan. Dia meyakinkan, tak mempersoalkan bila Rizieq tak datang memenuhi panggilan Polda Jabar. Hanya, akan ada panggilan kedua dan bila sampai tak juga datang, Rizieq akan dibawa paksa.

“Kami menyiapkan pengamanan, cukup bawa penasehat hukum saja, karena penyidik tidak bisa diintervensi,” tegasnya. Kedua pasal yang dilanggar Rizieq sendiri, diyakinkannya, telah memenuhi unsur pidana. Alat bukti, di antaranya 18 saksi, film, dan dokumen, yang dikantongi penyidik telah menegaskan Rizieq sebagai tersangka. “Surat panggilan Rizieq sebagai tersangka sudah kami layangkan sejak tujuh hari lalu,” ujarnya.

Lebih jauh dia meluruskan, tak ada penahanan terhadap Rizieq karena ancaman hukuman dari dua pasal yang dikenai atas dirinya di bawah lima tahun. Dia menyebutkan, ancaman atas pelanggaran Pasal 154A KUHP hanyalah empat tahun, sedangkan pelanggaran Pasal 320 KUHP ancamannya sembilan bulan.

Erika lia/ fauzan




Berita Lainnya...