Edisi 07-02-2017
Langkah Positif


BANDUNG – Persib Bandung melakukan start positif di turnamen Piala Presiden 2017, tadi malam. Maung Bandung meraih kemenangan tipis 1-0 saat menghadapi PSM Makassar dalam laga pertama penyisihan Grup 3 di Stadion si Jalak Harupat, Soreang, Kabupaten Bandung.

Satu-satunya gol Persib dilesakkan Vladimir Vujovic melalui sundulan kepala pada menit 60 setelah menerima umpan sepak pojok dari Dedi Kusnandar. Bola hasil tandukan Vlado yang meluncur deras tak mampu dijangkau kiper PSM Rivky Mokodompit. Berkat kemenangan ini, Maung Bandung membuka jalan ke fase 8 besar. Meski begitu, lolos atau tidaknya sang juara bertahan, baru akan ditentukan lewat dua laga selanjutnya, menghadapi Persiba Balikpapan dan Persela Lamongan.

Sementara itu, Persiba sendiri sukses meraih poin penuh seusai mengandaskan Persela, dengan skor 1-0, dalam laga yang digelar beberapa jam sebelum pertandingan Persib kontra PSM dilaksanakan. Satusatunya gol Persiba diciptakan Marlon da Silva melalui eksekusi penalti pada menit 69. Hukuman penalti diberikan wasit kepada Persela setelah bek mereka Zainul Haq melanggar Marlon di kotak penalti. Maung Bandung dan Beruang Madu –julukan Persiba- akan jumpa di pertandingan kedua yang akan dilaksanakan di Stadion si Jalak Harupat, Minggu (12/2/2017), mendatang.

Kemenangan Persib Bandung melawan PSM Makassar membuat Maung Bandung berada di puncak klasemen sementara grup 3 Piala Presiden 2017. Di papan klasemen, Persib mengantongi tiga poin. Sementara di posisi kedua ada Persiba Balikpapan yang juga meraih tiga poin. Peringkat ketiga dihuni Persela dan PSM Makassar ada di urutan keempat. Keduanya belum menghasilkan poin karena ditekuk pada laga perdananya. Butuh kerja keras dari Maung Bandung sebelum memastikan kemenangan di pertandingan perdananya tersebut.

Dengan komposisi skuad yang beberapa di antaranya adalah pemain anyar, butuh waktu hingga laga memasuki babak ke dua dan akhirnya bisa membobol gawang lawan. Tidak hanya gagal mencetak gol di babak pertama. Sejumlah serangan yang dibangun Pangeran Biru di 45 menit pertama terlihat belum terarah. Komunikasi yang terjalin antarlini pada sesi latihan dan uji tanding tidak terlihat pada babak pertama. Bahkan, serangan yang coba dibangun Erick Week, Gian Zola serta Febri dari sektor sayap, kerap dipatahkan barisan belakang Juku Eja— julukan PSM Makassar.

Alhasil, pada interval pertama, Sergio van Dijk dan Matsunaga yang dipercaya menjadi juru gedor Persib, minim mendapat peluang manis. Tidak hanya itu, laga berat yang dihadapi Persib kontra PSM Makassar juga sempat terlihat pada 10 menit pertama di babak awal. Tim Persib dikejutkan oleh serangan pemain gelandang PSM Makassar Rasyid Assahid Bakri yang melepaskan tendangan dan sempat membuat bobotoh menahan napas. Namun, setelah jeda water break, Persib balik menguasai pertandingan dan terus menekan lini pertahanan PSM Makassar yang dikomandoi Hamka Hamzah.

Serangan yang dibangun dari kedua sektor sayap Persib selalu kandas akibat disiplinnya pertahanan PSM Makassar. Peluang Persib saat sundulan Sergio van Dijk di menit 33 nyaris membobol gawang PSM Makassar. Persib menampilkan permainan yang lebih atraktif. Tusukan demi tusukan yang memanfaatkan kecepatan Dedi Kusnandar dan Febri Hariyadi menghasilkan sejumlah peluang.

Memasuki babak kedua, Persib memasukkan Supardi dan Dedi Kusnandar menggantikan Gian Zola dan Henhen. Di menit ke-60, Maung Bandung akhirnya mampu memecahkan kebuntuan melalui sundulan Vladimir Vujovic menyambut sepak pojok Dedi Kusnandar. Unggul satu gol, perlawanan PSM Makassar untuk menyamakan kedudukan nyaris terjadi di menit 69.

Hamka Hamzah yang maju jauh ke depan melepaskan sepakan mendatar namun bola mengarah tepat ke pelukan I Made Wirawan. Menit ke-82 Kim Jeffrey Kurniawan masuk menggantikan Erick Weeks guna menyegarkan lini tengah Persib. Perebutan bola di lini tengah berjalan sengit menjelang laga usai, hingga peluit panjang berbunyi, Persib tetap unggul 1-0. Meskipun hanya memetik kemenangan dengan skor tipis, pelatih Persib, Djadajng ‘Djanur’ Nurajaman cukup antusias menerima hasil itu.

Dia menilai, anak asuhnya sukses mematahkan mitos bahwa laga pembuka kerap menjadi beban yang berlebihan bagi para pemain yang bisa berdampak buruk. “Patut disyukuri. Selamat untuk pemain. Mereka sudah kerja maksimal. Pertandingan pertama, sering agak sedikt ada beban, ada tekanan. Tapi anak-anak bermain maksimal. Selamat,” kata Djanur dalam jumpa media, seusai laga. Kebahagiaan Djanur dengan penampilan yang diperlihatkan Hariono dkk, tidak hanya dikarenakan mereka mampu memenangkan laga saja.

Kendati dianggap belum sempurna, namun Djanur menilai ritme permaianan anak asuhnya sudah cukup bagus. “Secara keseluruhan saya puas. Kami banyak menciptakan peluang. Organisasi tim sudah dilakukan. Awal yang bagus meskipun (menang) tipis,” jelas dia. Dalam laga tersebut, sesuai dengan regulasi, Pangeran Biru menurunkan tiga pemain muda yakni Henhen, Zola dan Febri Hariyadi yang masuk sebagai tim inti. Namun demikian, dari ketiga pemain usia di bawah 23 tahun itu, hanya Febri yang mendapat kesempatan bermain penuh selama 90 menit.

Sedangkan, dua lainnya diganti ketika pertandingan memasuki babak ke dua. “Penampilan pemain muda cukup bagus. Mereka terlihat sudah bisa menjalin komunikasi dengan pemain lainnya. Mereka cukup bagus,” kata Vlado yang pada laga bekerja sama dengan Henhen. Sementara itu, Pelatih PSM Makassar Robert Rene Alberts tidak mau terlalu memusingkannya.

Menurut dia, Piala Presiden 2017 hanya menjadi ajang pematangan timnya jelang liga 1/2017 mendatang. Sehingga Juku Eja tidak terlalu terpukul dengan hasil buruk yang diperolehnya itu. “Kami tidak terlalu menargetkan di sini (Piala Presiden 2017). Kami datang ke sini untuk pra musim, jadi kami oke saja,” kata dia. Terkait penampilan Persib, dia menilai lawannya cukup baik dalam memeragakan permainan sepanjang pertandingan. Bahkan, dia tidak sungkan-sungkan untuk mengucapkan selamat atas kemenangan yang dipetik juara bertahan itu.

“Selamat buat (Persib) Bandung. Mereka bermain cepat, “ jelas dia. Hal serupa diungkapkan oleh kapten PSM Makassar Willem Jan Pluim. Menurut dia, dengan regulasi yang ada saat ini, masih butuh adaptasi agar komunikasi antarpemain terjalin lebih baik lagi. “Banyak pemain baru, jadi masih perlu adaptasi. Tapi ini akan bagus untuk (liga) musim ini,” jelas dia.

“Kami punya kesempatan yang bagus (untuk mencetak gol). Namun secara keseluruhan bukan kami yang menangkan (laga),” jelas dia.

Mohamad taufik/ inin nastain


Berita Lainnya...