Edisi 07-02-2017
Polda Jabar Ancam Tangkap Penyebar Hoax


CIREBON – Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat mengancam menindak tegas penyebar berita bohong (hoax) sebagai antisipasi kerawanan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak 2017 di Jabar.

Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan menegaskan, pihaknya tak segan-segan menangkap para penyebar hoax. Pasalnya, kata dia, kerawanan yang berpotensi terjadi selama pilkada bermacam-macam. “Kerawanan macam-macam, salah satunya dari peserta itu sendiri. Sebab, dalam demokrasi kita ini baru siap menang tapi belum siap kalah. Masih harus dibangun mental ini,” jelasnya seusai rapat koordinasi Analisa Evaluasi Kamtibmas bersama sejumlah kapolres di Kota Cirebon, kemarin.

Kerawanan lain bersumber dari kekurangpercayaan masyarakat terhadap penyelenggara pilkada. Dia membeberkan, berdasarkan beberapa masukan yang diterimanya, penyelenggara pemilu kerap dinilai kurang adil. Faktor lain yang bisa menyebabkan kerawanan saat pilkada, lanjut Anton, yakni anggaran, money politic, hingga tokoh masyarakat yang terbawa-bawa kepentingan politik calon tertentu. Hal itu menurutnya dapat menimbulkan konflik massa dan mengarah pada fitnah serta caci maki.

“Kampanye yang kurang etis lebih mengarah pada fitnah dan caci maki, seolah demokrasi kita belum siap untuk dewasa,” ungkapnya. Sejumlah langkah antisipasi pun tengah diupayakan pihaknya, di antaranya dengan memberitahukan peserta pemilu tentang tata cara berkampanye yang baik.

“Kalau ada hoax, akan kami tangkap,” tegasnya. Pihaknya juga mengimbau tokoh masyarakat memberikan dukungan dengan tata cara yang santun bila hendak mendukung pasangan calon tertentu. Dengan begitu, tak sampai menimbulkan konflik sosial di masyarakat.

Erika lia

Berita Lainnya...