Edisi 07-02-2017
Car Free Day Tak Nyaman, Justru Menjadi Rawan


Alfian Agustama,25, nampak lelah. Kaosnya basah dengan keringat yang bercucuran. Entah sudah tiga atau empat kali dia mengelilingi Alun-alun Wates bersama dengan rekanrekannya.

Pagi itu, usai berlari mengeliling alun-alun, dia menghabiskan waktu bercanda bersama rombongannya, terus berjalan santai melanjutkan olahraga Minggu (5/02) lalu. Baginya, olahraga setiap Minggu pagi sudah menjadi rutinitas yang dilakukan. Selepas Salat Subuh, dia bersama beberapa rekannya selalu lari pagi. Selain libur, setiap Minggu Pagi, seputaran alun-alun Wates diterapkan car free day.

Sehingga mereka lebih nyaman dalam menjalankan rutinitas berolahraga. Apalagi, dalam setiap minggu pagi, ada ratusan yang melakukan hal yang sama. Semua akses kendaraan bermotor ditutup dan sampai dengan pukul 09.00 WIB dan tidak ada lagi yang melintas kawasan ini. Namun, sudah dua pekan ini car free daydihapus.

Menyusul adanya rekayasa lalulintas yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan bersama dengan Forum Lalulintas Kulonprogo. Semua kendaraan dari arah Pasar Wates di Jalan Diponegoro wajib belok kiri, mengelilingi Alun-alun Wates. Akibatnya pada Minggu pagi, jalur inipun menjadi ramai dan tidak ada lagi car free day. Jalur untuk maysarakat yang berolahraga bersatu dengan jalur lalu lintas.

“Sekarang olahraga pada Minggu yang selalu nyaman, berubah menjadi rawan kecelakaan,” ujarnya. Penerapan car free day, tidak hanya dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga. Namun ada juga pasar tiban yang menyajikan kuliner maupun pernak-perniknya. Tak ayal, kawasan Alun-alun Wates menjadi pusat rekreasi yang murah meriah.

Kawasan inipun banyak dimanfaatkan public dengan beragam aktivitas. “Car free daymenjadi ajang untuk rekreasi. Mestinya ini dipertahankan,” jelas Iwan Setiawan warga yang lain. Sebenarnya, keluhan warga dari pemberlakuan rekayasa ini tidak hanya pada hari Minggu pada hari biasa pun masyarakat dibuat resah dengan prubahan jalur lalu lintas yang tidak menyelesaikan kerawanan lalulintas.

Namun hanya memindah kemacetan dan kerawanan. Belum lagi saat Senin pagi, jalur di sisi utara Alun-alun Wates juga dialihkan dengan adanya aktivitas upacara di Kodim dan beberapa SMP. “Evaluasi mestinya segera dilakukan. Justru rekayasa ini banyak membuat kerawanan karena banyak yang melanggar, dampak jalur yang tidak efisien dan efektif,” ujarnya.

KUNTADI

Kulonprogo




Berita Lainnya...