Edisi 07-02-2017
Ditemukan Bukti Baru, Tersangka Baru Mencuat


KARANGANYAR – Penetapan tersangka baru kasus kekerasan dan penganiayaan dalam Pendidikan Dasar (Diksar) The Great Camping ke-37 Mahasiswa Pecinta Alam UII (Mapala Unisi) di Tlogo dlingo, Desa Gon dosuli Ta wang mangu, Ka ranganyar, pada 13-20 Januari lalu, se makin mengerucut.

Pe nyidik Polres Karang - anyar ke marin sudah mendapatkan alat bukti baru yang bisa digunakan menjerat tersangka baru dalam kasus diksar maut menewaskan tiga mahasiswa serta sepuluh mahasiswa ha - rus menjalani perawatan di rumah sakit. Bukti tersebut nanti bakal disinkronkan dengan hasil pemeriksaan dua tersangka yang telah ditangkap serta para peserta diksar.

Kapolres Karanganyar Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Ade Safri Simanjuntak me nga - takan, saat ini pihaknya terus mendalami kasus diksar maut yang menewaskan tiga pesertanya, yakni Muhammad Fadli, Syaits Asyam, dan Ilham Nur - padmi Listia Adi. Pendalaman dilakukan dengan cara memintai keterangan dari para saksi, panitia, dan peserta diksar. Penyidik juga terus me - ngumpulkan bukti-bukti baru. Bukti terakhir yang diamankan adalah sejumlah kamera yang digunakan mendokumentasi - kan acara diksar, personal komputer (PC), dan beberapa peralatan elektronik lainnya, digunakan selama acara. Barang buk ti itu masih diselidiki di La - boratorium Forensik Polda Jawa Tengah.

Diharapkan de - ngan barang bukti tambahan ter sebut nanti bisa meng ung - kap tersangka baru dalam kasus itu. “Penyitaan kita lakukan akhir pekan kemarin dan saat ini sudah ditangani oleh laboratorium Forensik untuk peme - rik saan lebih lanjut,” kata Ka - polres kepada KORAN SINDO, kemarin. Ade Safri menyebutkan dari bukti-bukti yang ada nanti akan disinkronkan dengan ha - sil pemeriksaan terhadap tersangka, saksi, peserta, dan juga panitia acara.

Sinkronisasi itu penting dilakukan mengetahui keterikatan antara barang bukti dengan tersangka. Hasilnya akan digunakan untuk materi gelar perkara penentuan tersangka baru atau penyelesaian kasus tersebut. “Bukti-bukti sudah ada, tinggal kita dalami lagi dan tidak menutup kemungkinan kita akan tetapkan tersangka baru,” katanya. Dari pemeriksaan awal di - lakukan terhadap dua tersangka yang ditangkap, yakni Ang - ga Septiawan dan Muhammad Wahyudi, diketahui keduanya telah melakukan tindakan di luar standar operasional prosedur (SOP) Diksar Mapala Unisi.

“Mereka mengaku telah berbuat tindak kekerasan berujung pada tewasnya tiga peserta,” kata Kapolres. Sejauh ini tindakan keke ras - an itu tidak dilakukan sistematis dan hanya oleh oknum panitia diksar. Namun, Kapol res me - ngaku akan mengembangkan pemeriksaankarenakemungkinanbesartidakha nyadilakukan oleh dua tersangka, melainkan juga oknum lainnya. Terpisah, Direktur Humas UII Karina Utami Dewi mengakui pihaknya mengetahui perkembangan pemeriksaan panitia diksar oleh Polres Ka - ranganyar dari media massa. Dia juga telah mengetahui ada potensi penetapan tersangka baru oleh Polres Karanganyar.

“Intinya, kami menghormati proses hukum yang berlaku, termasuk apabila ada bukti mengarah ke potensi bertambah jumlah tersangka. Kami pun sudah menyerahkan pada kepolisian sepenuhnya karena sudah menjadi ranah kepo li - sian,” katanya. Karina mengakui, jika proses di UII hingga saat ini masih berlangsung. Internal UII mengurusi sanksi yang terkait aturan disiplin mahasiswa.

“Jika nanti tersangka baru ternyata masih berstatus mahasiswa ka - mi, tentu tidak menutup kemungkinan yang bersangkutan juga diproses secara internal,” ungkapnya.

Arief setiadi/ ratih keswara



Berita Lainnya...