Edisi 07-02-2017
HNSI Identifikasi Surat-Surat Kapal Nelayan Gunungkidul


GUNUNGKIDUL – Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) DIY benar-benar prihatin dengan tertangkapnya kapal para nelayan lantaran menakhodai kapal yang belum dilengkapi dengan dokumen yang layak.

Upaya pendampingan pun terus dilakukan sehingga memperoleh izin berlayar. Ketua HNSI DIY KPH Wironegoro me-ngatakan, upaya melakukan identifikasi kapalkapal nelayan terus dilakukan. Semua akan dicatat, termasuk kapal-kapal yang sudah berdokumen lengkap, belum lengkap, hingga kapal yang belum memiliki dokumen.

“Kita berharap semua kapal akan teregister dan terdokumentasi hingga dilengkapi dengan semua perizinan,” ungkapnya saat kunjungan ke Pantai Sadeng, Girisubo kemarin. Untuk identifikasi awal, kapal- kapal yang telah memiliki izin, HNSI akan memasang bendera di kapal-kapal milik nelayan di DIY yang tergabung dalam HNSI tersebut.

“Ada 14 bendera HNSI dan merah putih yang kita pasang di kapal-kapal nelayan yang dokumennya telah lengkap. Ini untuk memudahkan semua pihak mengetahui keberadaan HNSI sehingga setiap ada persoalan, bisa diselesaikan dengan kelembagaan,” tandas menantu Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X ini.

Untuk pendampingan, kata Kanjeng Wiro, sapaan akrabnya, HNSI mendampingi koperasi nelayan dan juga kelompok nelayan untuk mendapatkan proses izin melaut, seperti surat izin usaha perdagangan (SIUP) dan surat izin penangkapan ikan (SIPI). “Kami berharap semua nelayan tenang dalam melaut, tidak takut patroli karena semua sudah lengkap,” tandasnya.

Dengan hal ini, dia yakin cita-cita Pemda DIY untuk mewujudkan laut selatan sebagai halaman depan bisa terlaksana. “Ini harapan yang diinginkan Ngarso Dalem (Sultan HB X) untuk mewujudkan konsep among tani dagang layar, atau integrasi antara pertanian dan kelautan untuk mewujudkan nilai tambah,” paparnya.

Sementara itu, Ketua HSNI Gunungkidul Rujimanto mengatakan, saat ini pantai di Sadeng, Girisubo terdapat 52 kapal nelayan. Jumlah tersebut terdiri atas kapal besar dengan bobot 30 gross ton (GT) dan kapal di bawah 10 GT. “Dari jumlah tersebut, 47 sudah memiliki izin dan 5 masih dalam proses,” ucapnya.

Semua kapal nanti diharapkan memiliki persyaratan lengkap sehingga bisa dipasang bendera HNSI. Hal ini menjadikan nelayan lebih aman dalam kegiatan menangkap ikan di laut. “Kita akui kasus tertangkapnya nelayan menjadi cambuk bagi kami. Kita berusaha mendampingi nelayan sehingga bisa tenang seperti yang di-sampaikan Kanjeng Pangeran Wiro,” pungkasnya.

suharjono



Berita Lainnya...