Edisi 07-02-2017
Dindik Jadi Lembaga Sertifikasi Profesi


SURABAYA – Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim akhirnya mengantongi lisensi sebagai Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Kedua (LSP-P2) dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).

Ini sekaligus mengukuhkan Dindik Jatim sebagai lembaga yang pertama kali memiliki sertifikasi sendiri dengan jangkauan nasional di Indonesia. Kepala Dindik Jatim Saiful Rachman mengatakan, pendirian LSP-P2 ini merupakan salah satu strategi untuk merevitalisasi sekolah menengah kejuruan (SMK). Strategi selanjutnya adalah mendorong para guru SMK melakukan pelatihan di UPT Pelatihan Pendidikan Kejuruan (P2K) plus sertifikasi di LSP-P2.

Dengan ada LSP-P2 ini, maka keberadaan guru adaptif sebagai solusi mengisi kekurangan guru produktif segera terwujud. Dia juga optimistis jika fasilitas yang ada di UPT P2K dan assesor di LSP-P2 Dindik Jatim bisa berjalan efektif. “BNSP sendiritelahmengakuitempat praktik dan uji kompetensi Dindik Jatim telah melampaui standar Jerman. Mereka(BNSP) melihat sendirilangsungketempat praktik kita di UPT P2K,” katanya.

Sementara itu, Direktur LSP-P2 Hudiyono mengungkapkan, proses penetapan lisensi LSP-P2 terbilang cepat karena hanya dalam waktu sekitar tiga bulan sejak November lalu. Cepatnya proses tersebut karena Dindik Jatim sejak awal sudah memiliki tiga modal penting, yaitu LSP-P1 terbanyak se-Indonesia, kemudian ada 250 assesor LSP-P2, dan memiliki tempat uji kompetensi (TUK) yang memadahi. Dia menyebutkan, Dindik Jatim memiliki 210 LSP-P1 yang tersebar di SMK se-Jatim. Dari jumlah tersebut, total assesornya mencapai 2.000an ditambah dengan assesor LSP-P2 ada 250 orang.

“Dari 250 assesor tersebut, sebanyak40spektrum program keahlian dapat ditangani LSP-P2,” katanya. Hudiyono menambahkan, adanya LSP-P2 menjadikan Dindik Jatim mampu memaksimalkan percepatan sertifikasi bagi lulusan SMK dan guru produktif. LSP-P2 bisa menunjuk LSP-P1 menjadi tempat uji kompetensi (TUK) bagi sekolah lain. “LSP-P2 juga punya kewenangan menyertifikasi calon tenaga kerja dari luar provinsi. Apalagi Dindik Jatim sudah memilikiTUKyangkinibernaungdi bawah UPT Pelatihan Pendidikan Kejuruan (P2K) Dindik Jatim,” kata pria yang menjabat Kabid Pendidikan Menengah Kejuruan Dindik Jatim ini.

Dia mengatakan, jika hanya punya LSP-P1, maka tidak bisa melayani sertifikasi dari luar sekolah. Namun, dengan ada rekomendasi dari LSP-P2, maka LSP-P1 bisa menjadi TUK melakukan sertifikasi sekolah lain. Hal itu sesuai dengan Instruksi Presiden Nomor 9/2016 tentang Revitalisasi SMK sehingga SMK yang belum memiliki LSP-P1 bisa melakukan sertifikasi siswanya ke SMK lain setelah mengikuti Uji Kompetensi Keahlian (UKK).

Lutfi yuhandi


Berita Lainnya...