Edisi 07-02-2017
Penambak Terdampak Bandara Bakal Gigit Jari


YOGYAKARTA –Harapan sebanyak 101 penambak udang di pesisir selatan Kulonprogo yang terkena dampak pemba - ngunan bandara New Yo g ya - kar ta International Airport (NYIA) mendapatkan kompensasi bakal kandas.

Mahkamah Agung (MA) me - menangkan kasasi yang diaju - kan Kejaksaan Tinggi (Kejati) DIY dan membatalkan putusan Pe ngadilan Negeri atau PN Wa - tes terkait kewajiban PT Ang - kasa Pura I membayar kompensasi kepada penambak. Untuk saat ini ada empat kasus dari 101 perkara sama yang dimenangkan BUMN tersebut. Dalam amar putusannya sebelumnya, PN Wates menga bul - kan tuntutan 101 warga dan me - mutuskan PT Angkasa Pura I harus membayar ganti rugi total Rp96,8 miliar.

“Kami melihat putusan itu keliru karena jelas tambak udang itu ilegal,” kata Kepala Kejati DIY Tony T Spon - tana dalam jumpa pers yang juga dihadiri Dirut PT Angkasa Pura I, Danang S Baskoro, kemarin. Sidang kasasi MA digelar 19 Desember 2016 dan menga - bulkan keberatan PT Angkasa Pura I atas putusan PN Wates. Dari 101 kasus gugatan ganti rugi tambak terdampak bandara, MA baru memutuskan 4 perkara. Sementara 97 perkara lainnya belum.

Salinan putus - an MA ini baru diterima Kejati DIY dan PT Angkasa Pura I, Jumat (3/2). “Kita berharap 97 gugatan lainnya juga putusannya sama. Karena sesuai UU No 2/2012, waktu pengajuan gugatan atau keberatan atas pembangunan bandara sudah habis. Jadi, gugatan atas proses apa pun tidak berpengaruh pada pembangunan bandara,” tandas Tony.

Sesuai UU tersebut, waktu gu gatan hanya 30 hari dari ke - tetapan ganti rugi yang sudah ditentukan tim independen. Apa l agi pembangunan bandara NYIA ini sudah ditetapkan se bagai satu-satunya proyek strategis nasional di DIY sesuai instruksi dan keputusan presiden, sehingga harus dikawal dan dipercepat. Danang S Baskoro menga - ta kan, pihaknya diwakili kuasa hukum dari Kejati DIY. “Proses hukum kami serahkan ke jaksa Kejati DIY.

Karena gugatannya su dah ditolak maka AP tidak bo leh membayar ganti rugi alias Rp0,” ucapnya. Saat ini proses pembangunan bandara baru Kulonprogo terus dilakukan pasca-groundbreaking atau peletakan batu per tama oleh Presiden Joko Wi - dodo belum lama ini. “Kami ingin masyarakat bisa menerima dengan baik karena ke depan dampaknya juga untuk pe - ningkatan kesejahteraan ma - sya rakat, termasuk membuka la pangan kerja baru,” katanya.

Kompensasi PAG Rp701 M Tunggu Pengadilan

Kadipaten Pura Pakualaman mendapat ganti rugi Rp701 miliar dari PT Angkasa Pura I un tuk pemanfaatan Pa kua - lam an Ground (PAG) untuk ban dara baru Ku lonprogo. Lu - as PAG yang digunakan mencapai 27% dari total luas bandara yang mencapai 634 hektare. Namun, penyerahan dana itu terhambat menyusul ada - nya gugatan dari warga Solo yang mengaku ahli waris dan ke turunan Paku Buwono (PB) X.

“Di atas kertas sebenarnya ti - dak akan menghambat proses pembangunan karena hanya 27 persen,” kata Tony. Meski begitu, hukum memberikan solusi melalui konsinyasi. Yang mana uang ganti rugi Rp701 miliar untuk Puro Pakualaman kini dikonsinyasikan di PN Wates. “Jadi ini tinggal menunggu uangnya mau dicair - kan ke mana (pihak PB X atau Puro Pakualaman)?” ucapnya.

Penasihat Hukum Pura Pa - ku alaman, Herkus Wijayadi mengutarakan, untuk sementara dana penggantian tanah bandara dikonsinyasikan di PN Wates sampai ada putusan inkracht (putusan hukum te - tap). Diakuinya, sebelum sampai tahap persidangan pernah ada proses mediasi. “Tapi mediasi deadlock . Dari pihak PA jelas tidak mau ber ne - gosiasi soal dana tersebut karena kalau sampai terjadi kompromi, maka akan menyalahi aturan hukum. Tanah itu milik lembaga bukan pribadi Paku Alam,” ucapnya.

Tetap Optimistis Maret 2019 Beroperasi

Pihak PT Angkasa Pura I me - mastikan bandara NYIA siap beroperasi pada Maret 2019. “Maret-Juni 2017, bandara Ku lonprogo sudah beroperasi. Proses pembangunan mulai berjalan,” ucapnya. Untuk mengejar target itu yang akan pertama kali diba - ngun adalah runway. Menyusul kemudian apron dan terminal. Runway menjadi prioritas ka - re na proses pembangunannya paling banyak memakan waktu. Selain karena panjang, runaway juga membutuhkan ba - nyak persyaratan.

“Ada syarat amdal, kemudian dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMKG), KKOP, juga syarat-syarat lain karena daerah yang menjadi lokasi bandara itu daerah rawan tsunami,” ucap Danang. Proses mitigasi, b aik kondisi alam maupun tek - nisnya dipastikan telah dila ku - kan. Pada fase pertama, runway di ba ngun dengan panjang 3.250 meter atau lebih panjang dari landasan Bandara Ngurah Rai Bali dan Juanda Surabaya.

Sementara fase kedua diba - ngun sepanjang 3.600 meter. Demikian pula lebarnya yang men capai 60 meter sehingga NYIA cocok untuk pesawat ber - badan besar. Fase kedua pembangunan bandara akan dilakukan sampai 2021. Nanti apron bandara NYIA akan sanggup digunakan memarkir hingga 28 pesawat. Dengan fasilitas dan kapasitas yang dimiliki, AP I ber ha - rap NYIA menjadi bandara utama. Terlebih, Yogyakarta me - ru pakan second destination setelah Bali untuk pariwisata di In donesia.

“Maka ini menjadi atensi semua pihak. Bandara diperbesar lagi kapasitasnya,” ucapnya. Dengan peningkatan kapasitas, nanti tidak saja pesawat dari Singapura yang bisa direct flight (penerbangan langsung) ke NYIA, tapi juga dari Timur Tengah bahkan Eropa. Se jum - lah maskapai Timur Tengah telah siap membuka pener - bang an langsung ke Yog ya - karta melalui NYIA. Angkasa Pura I menginvestasikan dana Rp10 triliun untuk membangun NYIA sampai beroperasi. Penumpang yang dapat ditampung bandara ini mencapai 15 juta orang.

sodik

Berita Lainnya...