Edisi 07-02-2017
Surat Suara Kurang 728 Lembar


KULONPROGO – Sembilan hari menjelang pelaksanaan pemilihan kepala daerah (pilkada) Kulonprogo, KPU Kulonprogo masih memiliki kekurangan surat suara.

Tercatat ada kekurangan 728 lembar surat suara. Menyusul adanya temuan surat suara yang rusak dalam penyortiran dan pelipatan. Kekurangan ini akan diganti dengan cetakan baru. Komisioner KPU Kulonprogo yang Bidang Umum, Keuangan, dan Logistik Budi Priyana mengatakan penyortiran dan pelipatan surat suara telah dilakukan pekan lalu mulai 23 Januari sampai dengan 28 Januari.

Hasilnya ada 1.705 lembar surat suara yang rusak. Mulai dari sobek, kotor, noda tinta sampai dengan kesalahan pada potongan surat suara. Jumlah 1.705 lembar ini tidak bisa dijadikan dasar kekurangan untuk penggantian. Namun KPU melakukan pengepakan yang disesuaikan dengan jumlah Data pemilih tetap di setiap TPS. Hingga akhirnya diketahui ada kekurangan 728 lembar.

“Memang ada kekurangan 728 lembar, tetapi kita sudah ke percetakan untuk minta penggantian,” jelas Budi yang dikonfirmasi melalui selulernya. Untuk memastikan kekurangan ini segera terpenuhi, Budi bersama dengan sekretariat KPUD Kulonprogo langsung ke Nganjuk, Jawa Timur untuk mengecek penggantian surat suara dari rekanan yang memenangkan lelang.

Sejak awal percetakan sudah menyatakan kesiapannya untuk mengganti. Mereka juga akan memberikan penggantian berapapun, sesuai dengan kekurangan. Hasilnya, proses penggantian surat suara semuanya sudah tercetak pada Senin (6/2) kemarin. Harapannya hari ini sudah sampai Kulonprogo untuk dilakukan penyortiran dan pelipatan.

“Ini tinggal proses administrasi saja,” jelasnya. Dari 937 TPS, sampai saat ini tinggal dua TPS saja yang belum selesai. Yakni di TPS 3 dan TPS 4 Kanoman, Panjatan. Kedua TPS ini membuthkan 833 lembar surat suara, namun baru tersedia 105 lembar. Kekurangan akan dipenuhi dari cetakan baru yang masih dalam proses di Nganjuk.

Ketua Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Kulonprogo, TamyusRochmanmengaku pelanggaran kampanye banyak terjadi untuk pemasangan alat aperaga. Baik bentuknya seperti rontek, pemasangan di pohon maupun mencantumkan foto mantan presiden.

kuntadi

Berita Lainnya...