Edisi 07-02-2017
Denda E-Tilang Palembang Paling Tinggi


PALEMBANG – Meski su dah diberlakukan sejak 1 Fe-bruari lalu, masih banyak ma syarakat yang belum mengetahui besaran denda e-tilang yang di te tap - kan hakim di pengadilan.

Dijelaskan Kasubdit Gak - kum Ditlantas Polda Sumsel, AKBP Donni Eka Syaputra, me - nge nai besaran denda e-tilang setiap daerah memang ber be - da-beda. Hal ini dise suaikan de ngan tingkat hidup ma sya - rakat di tiap daerah. ”Tentu, denda tilang setiap daerah berbeda-beda. Hal ini disesuaikan dengan penda patan atau kondisi ekonomi di wi - la yah masing-masing,” jelas Doni, kemarin.

Berdasarkan rincian denda e-tilang yang sudah disepakati oleh pihak terkait, nilai denda terbesar ada pada Kota Pa lem - bang. Bahkan, dalam rincian denda tersebut, setiap pelanggar an yang dilanggar oleh pe - ngendara akan dikenakan den - da sesuai denda yang telah di s e - pakati. ”Misalnya, tidak membawa su rat izin mengemudi (SIM).

Untuk Palembang, denda bagi pelanggar yang tidak mem - bawa SIM (Pasal 288) sebesar Rp101.000,” ujar dia. Lain halnya untuk di luar Pa - lembang, penerapan denda etilang berdasarkan jumlah pe - ne rapan pasal. Bukan per pasal yang akan dikenakan kepada pelanggar. ”Contohnya, di Musi Rawas dan Lubuklinggau.” ”Kalau me lang gar satu pasal, dendanya Rp50.000.

Me lang - gar dua pasal Rp60.000. Dan, jika melanggar tiga pasal se ka - ligus Rp70.000,” ungkap Doni. Selain itu, untuk di Ka bu - paten Empatlawang berbeda lagi. Untuk pelanggaran satu pasal sebesar Rp70.000. Se lan - jut nya jika melangga dua pasal sebesar Rp80.000, dan tiga pasal sebesar Rp90.000. ”Jadi, setiap daerah ada ke se - pak atan soal besaran den da etilang,” tutur dia.

Sedangkan, bagi pengenda - ra yang melanggar tidak mau mengakui kesalahannya, dika takan Doni, akan dikenakan lem - bar merah atau sama dengan mekanisme tilang yang se be - lum nya.”Kalau tidak mau me - ngakui kesalahannya, akan dike nakan lembar merah. Di ma - na pe ngen dara tersebut lang - sung ke pe nga dilan,” ucap dia.

Sementara itu, salah seorang tukang ojek di seputaran Kamp - us, Herry, 65, mengaku masih be lum begitu mengerti me ka - nisme e-tilang. Karena itu, se da pat mung - kin saat mengantar penum - pang dia melengkapi diri de - ngan surat-surat. “Saya kan sudah tua, jadi agak ribet kalau yang begitu. Yang penting helm dan surat lengkap itu saja. Malas ber urus - an seperti itu,” tuturnya.

agus rizal

Berita Lainnya...