Edisi 07-02-2017
Kapolrestabes Instruksikan Tembak Mati Bandit


SURABAYA – Langkah tegas diambil Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol M Iqbal untuk membasmi bandit jalanan yang nekat beroperasi di wilayah Polrestabes Surabaya.

Tidak tanggung-tanggung, mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya ini menginstruksikan jajaran di bawahnya untuk tidak ragu-ragu menembak mati bandit jalanan, jika memang membahayakan. “Saya juga memerintahkan kepada Tim Anti Bandit di bawah komando Kasat Reskrim untuk menindak tegas sesuai prosedur kepada penjahat yang melawan petugas dan membahayakan masyarakat dengan tembak mati di tempat,” ujar Iqbal dalam gelar perkara kasus pencurian kendaraan bermotor (curanmor) di halaman Mapolrestabes Surabaya kemarin.

Langkah tegas ini diambil untuk membuat penjahat jalanan tidak nyaman beroperasi di Kota Pahlawan. Bahkan, dalam sebulan ini sebanyak 29 pelaku 3 C, yakni pencurian dengan kekerasan (curas), pencurian dengan pemberatan (curat) dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) berhasil diringkus. Penangkapan bandit jalanan ini dilakukan Tim Anti Bandit bentukan Satreskrim Polrestabes Surabaya sejak awal Januari lalu. Tim Anti Bandit ini dibentuk dalam upaya memerangi kejahatan jalanan yang marak di Surabaya.

Iqbal mengatakan, pengungkapan pelaku 3 C ini dilakukan Tim Anti Bandit Gabungan Satreskrim Polrestabes dan Unit Reskrim di 23 polsek jajaran Polrestabes Surabaya. “Modus para pelaku ini bervariasi,” ujar orang nomor satu di jajaran Polrestabes Surabaya ini. Di antaranya merusak kunci dengan kunci model L, ada pula dengan membegal motor korban. “Ada yang konvensional, ada pula yang nekat merampas terang-terangan,” ujarnya dalam gelar perkara di Mapolrestabes Surabaya kemarin.

Selain menindak tegas, Iqbal mengimbau warga masyarakat Kota Surabaya untuk waspada dengan tidak menggunakan barang-barang berharga yang mencolok saat beraktivitas. Selain itu, saat berkendara agar memilih tempat dan waktu yang aman. “Ini adalah upaya kerja nyata dari Polrestabes Surabaya dan jajaran untuk menunjukkan bahwa kami bergerak masif menanggulangi kejahatan jalanan,” kata Iqbal.

Sementara untuk Tim Anti Bandit, Iqbal juga menambahkan, tim tersebut untuk menekan seminimal mungkin kejahatan jalanan yang akhir-akhir ini selalu ada setiap minggunya. Kasus terakhir terjadi di kawasan Dinoyo, yakni perampasan tas milik seorang perempuan.

Dari sejumlah kasus curanmor ini, polisi mengamankan barang bukti berupa 16 unit motor, 5 buah kunci T, 4 fotokopi BPKB/STNK, 3 buah kunci palsu, 3 buah per, dan 2 buah magnet. Barang bukti tersebut merupakan hasil dan alat/sarana yang dilakukan dalam tindak kejahatan 3 C.

Rachmad tomy

Berita Lainnya...