Edisi 07-02-2017
Jamaah Dialihkan ke Jakarta


PALEMBANG– Setelah memberangkatkan penumpang sebanyak empat kali sejak awal Desember 2016 lalu, kini maskapai Garuda Indonesia menyetop penerbangan langsung perjalanan umrah Palembang-Jeddah.

Terkait hal ini, Kemenag Sumsel berencana segera melakukan pembahasan bersama kon sor - sium dan travel umrah yang su - dah terbentuk sebelum rute pe - nerbangan tersebut di-ope ra - sionalkan. Dikatakan Kasubbag Infor - ma si dan Humas Kanwil Ke me - nag Sumsel, Saefudin, pihaknya berencana akan melakukan pembahasan terkait pemberentian perjalanan umrah tersebut.

Mengingat, di Sumsel sudah ter - bentuk konsorsium atas per ja - lanan umrah. Dalam per te muan nanti, kata Saefudin, juga akan dibahas soal dukungan travel umrah untuk pener bang an langsung Palembang-Jeddah. “Dalam waktu dekat akan ada pembahasannya. Ini sudah ada konsorsium, Kemenag ada di dalamnya dan akan ada pertemuan untuk mem ba has - nya.

Mengingat, banyak per wa - kil an umrah yang berada di Pa - lembang juga merupakan per - wa kilan di Jakarta,” ujar dia. Selama ini, baru terdapat empat travelumrah yang turut melakukan penerbangan dari Bandara SMB II Palembang. Kondisi ini belum cukup m e - ma dai dari sisi bisnis perusahaan maskapai. “Ada 18 agen perjalanan umrah yang ada di Palembang, tapi baru empat yang me nga - lih kan perjalanan jamaahnya di Pa lembang.

Nanti di per te - muan tersebut akan dibahas,” papar Saefudin. Dihubungi terpisah, General Manager PT Garuda Indo - ne sia (Persero) Tbk, Asa Per ka - sa me ngatakan, pihaknya juga masih menghitung ulang ke - mung kinan perjalanan umrah langsung Palembang-Jeddah tersebut. Setelah diresmikan Desember lalu, penerbangan tersebut resmi ditutup dan yang sudah di-booking akan di - alihkan ke Jakarta.

Sistem p e - ner bang an masih meng gu na - kan carter dari Desember 2016-Mei 2017 mendatang. Menurut dia, ada beberapa hal yang meski di eva luasi ter ma - suk keberadaan tra vel umrah yang melayani ja maah. “Banyak hal yang harus di - per siapkan, misalnya untuk travel hendaknya berizin dan jelas usahanya,” ujarnya dihu - bungi KORAN SINDO PA LEM - BANG, kemarin.

Asa juga mengatakan, se te - lah empat kali penerbangan yang dilakukan langsung Pa - lembang-Jeddah, penerbangan kurang dari 30%. Karena itulah kondisi ini merugikan pihak maskapai sehingga di pu - tuskan untuk tidak diopera sionalkan dan penerbangan yang sudah dipesan (booking) di alihkan penerbangannya ke Ja kar - ta. “Merugi mencarternya, ka - re na isiannya rendah (sedikit).

Kami masih mempelajari un - tuk membuka penerbangan re - gu ler atas pengalaman ini dan masih menunggu pembahasan konsorsium,” ujar Asa yang be - lum juga memastikan kapan pe nerbangan langsung ini akan dioperasionalkan kem - bali. Sementara itu, Komisi V DPRD Sumsel menilai mi nim - nya jamaah yang berangkat um rah melalui rute Pa lem - bang-Jeddah menjadi pe nye - bab dihentikannya jalur pe ner - bangan Palembang-Jeddah.

Ka rena jika jumlah yang ter - bang kurang dari 100 orang, maka perusahaan penerbangan merugi. ”Wajar saja kalau rute Pa - lem bang-Jeddah dihentikan. Apalagi jumlah yang berangkat tidak sebanding dengan ong - kos operasional pesawat,” ujar Ketua Komisi V DPRD Sumsel, Fahlevi Maizano Menurutnya, Kemenag ju - ga tidak bisa memaksakan un - tuk memberangkatkan jamaah umrah jika kurang dari 100 orang.

Sedangkan targetnya dalam satu minggu sebanyak 300 jamaah umrah yang harus berangkat melalui rute Pa lem - bang-Jeddah. ”Aku rasa tidak mungkin terpenuhi target itu. Jelas pihak maskapai tidak mau mengangkut jamaah yang paling hanya ada 50 orang, karena dalam hitungan bi s nis - nya saja sudah tidak sesuai,” kata dia. Maizano meminta agar ins - tansi terkait seperti Kemenag Sumsel, biro perjalanan dan Garuda Indonesia untuk be-r - te mu kembali membahas ma - salah regulasi charter flightrute Palembang–Jeddah tersebut.

”Lebih baik mereka membuat jadwal keberangkatan yang sesuai saja. Misalnya, di kum - pul kan dulu jamaah selama sa - tu bulan hingga dapat jamaah sebanyak 300 orang lebih, ke - mu dian baru diberangkatkan,” ungkap dia. Maizano menambahkan, ji - ka membandingkan Jakarta de ngan Sumsel, Jakarta me - mang bisa saja mencapai target berangkat dengan rute lang - sung Jakarta-Jeddah.

Hal itu ka rena banyak provinsi lain ju - ga berangkat melalui Jakarta dengan pertimbangan ongkos yang lebih murah. ”Beda dengan di sini. Kalau Sumsel belum ada jamaah dari provinsi lain yang berangkat melalui rute Palembang. Ma ka - nya, pemprov dan biro travel di Sumsel harus bisa ber koor di - nasi melihat jumlah jamaah dari provinsi lain seperti Jambi atau Babel untuk bisa be ran g - kat melalui Palembang, agar kuota charter flight rute Pa lembang- Jeddah bisa terpenuhi,” tambah dia.

Senada dikatakan anggota Komite III DPD RI, Abdul Aziz. Dia mengungkapkan, wajar sa - ja jika penerbangan di hen ti - kan, karena tidak tercapainya tar get keberangkatan setiap minggunya. “Yang pasti kita ju ga akan pertanyakan hal ter se but kepada Kementerian Aga ma, bagaimana tindak lan jut nya hingga penerbangan Pa lem - bang-Jeddah dapat terus berlangsung,” kata dia.

muhammad uzair/ Tasmalinda

Berita Lainnya...