Edisi 07-02-2017
Kesal, Guru Geruduk ke DPRD


LAHAT - Ribuan guru dari tingkat SD, SMP dan SMA se - derajat menyambangi DPRD Lahat, kemarin. Mereka resah ka rena dana sertifikasi tri wu - lan IV, mulai dari Oktober- Desember 2016 lalu belum juga cair.

Kedatangan para guru ke DPRD juga didampingi Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Kabupaten Lahat Re - piandi dan Ketua Serikat Guru Lahat (SGL) Khairudin. Menurut Repiandi, dana sertifikasi tersebut sangat diharapkan guru untuk me - naf kahi keluarganya. "Se ha - rusnya sudah cair, akan tetapi hingga Februari ini belum ada kejelasan kapan waktunya (pencairan)," pungkasnya usai melapor ke DPRD Lahat.

Dia menuturkan, pihaknya sudah melakukan komunikasi dengan BKD bersama Forum Guru Lahat yang terdiri dari Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) dan SGL. "Se - suai hasil pertemuan di per ki - ra kan awal Maret 2017 diu pa - yakan cair dengan dibayar secara bertahap sesuai keu ang - an daerah," ucapnya. Perwakilan Guru, Ahmad Hamidi sangat berharap dalam waktu dekat dana sertifikasi dapat cair, karena semua itu merupakan hak guru.

Sementara itu, Kepala BKD Lahat, Haryanto meminta agar semuanya dapat mem ak lumi kondisi sekarang ini. "Da na terse - but secara bertahap akan di cair - kan untuk tenaga pendidik yang adadiLahat," paparnya. Terpisah, Ketua DPRD Lahat, Herliansyah menuturkan, pihaknya akan me nyam paikan per ma - salahan ini ke pada eksekutif agar segera ditindaklanjuti.

"Ini kebu - tu hanmendesak, daninihakguru menerima dana serti fikasi," tu - kasnya. Sementara itu di Muara enim, ratusan guru SMA/SMK masih terus menunggu gaji mereka untukbulanJanuaridanFebruari 2017yangbelumdibayarkan. Informasi yang mereka terima kemarin, gaji mereka akan dibayarkan oleh pihak provinsi.

Mengingat terhitung bulan Januari 2017 mereka tidak lagi tercatat sebagaiApa raturSipil Negara (ASN) di bawah naungan Pemkab Muara enim, namun di bawah naungan Pemprov Su ma - traSelatan. Beberapa guru yang sempat dikonfirmasi sore kemarin memastikan, hingga pukul 15.00 WIB kemarin gaji mere - ka belum juga ditransfer. Pad a - hal dari informasi yang mereka dapatkan, gaji mereka akan dibayarkan kemarin atau Senin 6 Februari 2017.

Salah seorang guru SMK negeri di Muaraenim, Fe, mem benarkan jika hingga sore kemarin gaji mereka belum juga masuk. Bahkan, menu rut - nya, untuk memastikan hal tersebut, selain melakukan peng - ecekan melalui aplikasi e-banking, dirinya dan rekan-rekannya ber - gantian melaku kan pengecekan keATMter dekat.

Pertanyakan Dana Sekolah Gratis

Di Lubuklinggau, seluruh sekolah swasta memper tanyakan dana sekolah gratis untuk bulan Juli-Desember 2016 yang hingga saat ini belum juga dibayarkan Pemprov Sumsel. Direktur Yayasan Budi Utomo Lubuklinggau, Elven Asmar mengatakan, belum ada kejelasan dari pemprov soal dana sekolah gratis yang terutang tersebut.

Pihaknya berharap dana tersebut segera dibayarkan agar dapat mem - bayar gaji guru dan keperluan sekolah lainnya. Sementara itu, Sekretaris Badan Musyawarah Pergu - ruan Swasta (BMPS) Lub uk - linggau ini menyarankan, agar pemerintah provinsi meng ha - puskan saja sekolah gratis tingkat SMA/SMK jika sudah tidak mampu lagi membiayai pendidikan SMA/SMK, sebab kalau dipaksakan sama saja menyiksa sekolah swasta.

"Jangan diujung masa seperti ini dana sekolah gratis yang dulu jadi jargon poli - tik,dihapuskan. Jangan habis manissepahdibuang," ketus nya. Terpisah, anggota Komisi V DPRD Provinsi Sumatra Sela - tan, Hasbi Asadiki mendorong Disdik Provinsi Sumatra Sel a - tan untuk segera me nun tas - kan persoalan tersebut.

irhamudin sp/ imamrustandi/ sri prades

Berita Lainnya...