Edisi 07-02-2017
Retribusi Dermaga Tak Maksimal


PALEMBANG– Dinas Per h-u - bungan Kota Palembang men - ca tat, dari 27 dermaga yang ada, hanya empat dermaga yang ak - tif beroperasional melayani pe - nye berangan.

Hal inilah yang m e mengaruhi minimnya pen - da patan asli daerah (PAD) dari sektor ini. “Ya, hanya empat dermaga yang beroperasi. Karena hanya sedikit yang beroperasi inilah sehingga retribusi dari sektor ini belum memberikan kontri bu si besar bagi PAD,” ungkap Ka bid ASDP Sungai Dishub Ko ta Pa - lem bang, Syarifuddin, ke marin.

Disebutkan Syarifuddin, em pat dermaga yang dimaksud antara lain Dermaga Jaka-ba - ring, Tangga Buntung, Sungai Lais, dan Dermaga 16 Ilir. Se - dangkan 23 dermaga lainnya ti - dak ada aktivitas berarti yang di tandai dari tidak adanya perahu getek dan sejenisnya yang bersandar. “Kalau tidak ada perahu yang bersandar ar tinya tidak ada retribusi.

Pe ra hu ber san - dar itu sama saja dengan parkir, dan itu hanya kita patok Rp2.000,” jelasnya. Selain itu, diakui Sya ri fud - din, kewenangan yang terbatas di Sungai Musi membuat re - tribusi yang diterima juga be - lum optimal. Sebab, kapal se - jenis tongkang atau angkutan 7 ton ke atas menjadi wewenang pemerintah provinsi, semen - ta ra kapal laut dengan ang kut - an 300 ton ke atas wewenang pusat.

“Kami tidak berwenang karena pengelolaan sepu nuh - nya diambil alih oleh provinsi dan pusat. Pemkot hanya m e - ngelola angkutan sungai saja, se dangkan retribusi yang di te - rima setiap tahun tidak begitu besar,” tutur dia. Guna menggenjot retribusi di sektor perairan ini, Direktur Operasional dan Pemasaran PT Patralog, Suparman Roman mengatakan, pihaknya tengah mempersiapkan pengaktifan kemabli dermaga lain di bebe - rapatitikdiSungaiMusi.

Na mun sasarannya bukan perahu kecil, tapikapalpengangkutbatubara. Dijelaskannya, sela ma ini jalur sungai yang dile wa ti kapal dan tongkang batu bara dari pe ru sa - haan swasta dan perorangan belum tertib. “Ka re na itu, perlu dimulainya peng optimalan re - tribusi,” ce tus Suparman. Dijelaskannya, retribusi bisa ditarik dari lamanya kapal bersandar di dermaga.

Apabila satu kapal tongkang bisa dita - rik Rp1 juta saja, bisa di pa s ti - kan besarnya hasil retribusi yang didapat. Untuk besaran pungutan pastinya masih di - kaji dengan menyesuaikan je - nis kapal dan kondisi Sungai Mu si sendiri. “Inginnya kita 2017 sudah bisa berjalan (be r - operasi),” cetusnya. Diakuinya, Pelindo siap men dukung investasi der maga - maupun pemasangan rambu.

Titik-titik lokasi dermaga juga akan ditentukan oleh pihak Pelindo. Adapula PT Penajam Internasional Terminal yang merupakan anak perusahaan dari PT BA juga siap membantu. Dengan sistem dividen pe nyer - taan modal sebesar 80% PT BA dan 20% Pemkot Palembang, diharapkan kerja sama itu bisa berjalan lancar.

yulia savitri

Berita Lainnya...