Edisi 24-02-2017
Mengatasi Mata Bintitan


Benjolan di kelopak mata atau dikenal dengan istilah medis hordeolum dan kalazion merupakan gangguan yang sering terjadi pada seseorang. Hal ini dapat menyebabkan nyeri. Namun, jarang sekali menyebabkan masalah yang serius.

Pada masyarakat gangguan ini sering juga disebut sebagai bintitan. Mitos yang beredar, kelainan ini dapat muncul akibat mengintip orang lain. Faktanya, hordeolum dan kalazion ini merupakan dua kelainan kelopak mata yang berbeda penyebabnya. Kedua kelainan ini merupakan infeksi dan inflamasi atau radang pada kelenjar minyak di kelopak mata.

Kalazion menyerupai kondisi hordeolum , yaitu benjolan di kelopak mata, namun hordeolum nyeri dan merah, sedangkan kalazion biasanya lebih besar dan tidak nyeri. “Hordeolum terjadi akibat adanya sumbatan kelenjar minyak atau kelenjar meibom dan zeis pada kelopak mata sehingga menyebabkan infeksi, sedangkan kalazion adalah proses radang pada kelopak mata yang menyebabkan benjolan yang tidak nyeri dan tidak kemerahan,” kata dokter spesialis mata RS Aini Jakarta, dr Suci Istiqa SpM.

Ia menuturkan ada beberapa faktor risiko dari dua gangguan pada mata ini, seperti blefaritis atau radang pada kelopak mata. Lalu acne rosace, yaitu peradangan kronis yang terjadi di kulit wajah akibat peradangan kronis pada kelenjar minyak kulit wajah dan terjadi pelebaran pembuluh darah di wajah sehingga wajah, terutama pipi, berwarna kemerahan. Penyebab lainnya yakni perubahan hormon seperti pubertas, kehamilan, dan kontrasepsi hormonal. “Hordeolum dan kalazion ini sangat sering terjadi.

Gejala klinis hordeolum akut adanya benjolan yang kemerahan dan kadang disertai nyeri, mata berair, penglihatan kabur, dan sensasi adanya benda asing di mata,” ucap dr Suci. Ia menjelaskan bahwa ada dua macam hordeolum, yaitu internum dan eksternal. Hordeolum internum terjadi akibat infeksi kelenjar meibom dan infeksi terjadi di dalam garis bulu mata.

Hordeolum eksternal terjadi akibat infeksi kelenjar moll atau zeis dan infeksi terjadi di luar garis bulu mata. Dr Suci mengungkapkan bahwa tindakan medis dengan obat-obatan lebih efektif pada pasien dengan kejadian berulang untuk mencegah kejadian yang sama terjadi kembali.

“Pengobatan bisa dilakukan dengan menjaga kebersihan kelopak mata, kompres hangat langsung di atas benjolan, serta bersihkan kelopak mata dengan melarutkan (1 tetes per 5 ml air) sampo bayi untuk membersihkan sisasisa minyak dan mengurangi jumlah bakteri serta mengobati radang kelopak mata.

Salep kombinasi antibiotiksteroid dapat dipertimbangkan, mengingat salep antibiotik saja dikatakan kurang efektif. Antibiotik minum dapat diberikan bila terdapat kelainan acne rosacea ,” papar dr Suci. Lalu tindakan medis lainnya adalah dengan pembedahan. Ini dilakukan bila terapi medikal atau dengan obatobatan tidak berhasil, yaitu dengan menyayat sedikit dan melakukan kuret pada benjolan.

Terapi lain yang dapat dipertimbangkan adalah injeksi steroid. “Komplikasi yang dapat muncul akibat terjadinya kalazion dan hordeolum ini adalah kerusakan pada kelenjar minyak kelopak mata, hilangnya bulu mata, perubahan di pinggir kelopak mata, kelopak mata yang sedikit turun ke bawah akibat benjolan yang besar,” ujar dr Suci.

Ia menegaskan bahwa kebanyakan kasus berespons baik terhadap terapi obat-obatan dan terapi bedah tanpa komplikasi jangka panjang. “Angka berulangnya kelainan ini dapat tinggi jika penyakit dasar yang menyebabkan blefaritis atau meibomianitis tidak diobati secara benar, yakni dengan menjaga kebersihan kelopak mata,” tutur dr Suci.

Hal lain yang perlu diperhatikan dalam menjaga kebersihan mata adalah jangan mengucek mata. Hal ini dapat mengiritasi mata dan membiarkan bakteri menyebar. Jika Anda perlu menyentuh mata Anda, cuci tangan terlebih dahulu.

iman firmansyah