Edisi 01-03-2017
Banjir Wonosobo Diduga akibat Perluasan Kebun Kentang


JAKARTA - Banjir dan longsor yang melanda kawasan Dieng Kabupaten Wonosobo yang terjadi belum lama ini disebabkan luasnya perkebunan kentang sehingga turut memicu erosi tanah di dataran tinggi tersebut.

Dataran Tinggi Dieng mayoritas terdiri dari lereng bukit dan pegunungan yang curam. Pada musim hujan seperti sekarang ini, akar pendek yang dimiliki tanaman kentang tidak dapat menahan keutuhan tanah sehingga mudah terkena erosi. Hasil penelitian Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) mengenai penanggulangan bencana di Dieng menunjukkan tingginya harga kentang di pasaran mendorong para petani untuk terus menanamnya, meskipun dampaknya sangat berbahaya bagi lingkungan dan bagi keselamatan mereka sendiri.

Dari tahun 2011 s/d 2015, total luas lahan kentang di Wonosobo meningkat 11% dari 3.088 hektare (ha) menjadi 3.431 ha. “Bencana tragis seperti ini dapat dihindari jika tanaman alternatif dan potensi sumber daya hutan negara dapat dimaksimalkan oleh warga desa,” kata Hizkia Respatiadi, Peneliti bidang Perdagangan dan Kesejahteraan Rakyat di CIPS dalam rilisnya, kemarin. Karena itu, kata dia, sangat penting untuk meningkatkan kesadaran petan.

Kastolani


Berita Lainnya...